Spot Melonjak 5,1%, Tembus US$101 per Ounce
Harga perak spot mencatat lonjakan tajam pada perdagangan terbaru, naik 5,1% dan menembus level US$101 per troy ounce. Kenaikan ini menandai rekor baru dan mempertegas peran perak sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Reli perak terjadi seiring meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan. Investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti saham dan obligasi, lalu beralih ke logam mulia setelah meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran terhadap stabilitas kebijakan ekonomi global.
Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS turut menjadi pendorong utama. Ketika dolar melemah, harga perak yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi investor global, sehingga permintaan meningkat dan harga terdorong naik lebih agresif.
Pasar juga masih mencermati kondisi fundamental perak yang relatif ketat. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar perak global mengalami defisit pasokan, di mana permintaan industri dan investasi melampaui produksi tambang. Kondisi ini membuat harga perak sangat sensitif terhadap lonjakan permintaan spekulatif maupun perubahan sentimen pasar.
Kenaikan perak juga sejalan dengan lonjakan harga emas yang menembus level psikologis baru. Kombinasi reli emas dan perak memperkuat pandangan bahwa investor tengah mencari aset fisik sebagai perlindungan terhadap risiko mata uang, volatilitas obligasi, serta ketidakpastian kebijakan moneter.
Ke depan, pergerakan harga perak diperkirakan tetap volatil. Selama ketegangan geopolitik, pelemahan dolar, dan kekhawatiran pasar global belum mereda, perak berpotensi mempertahankan level tinggiβmeski risiko koreksi teknikal tetap terbuka setelah kenaikan yang sangat cepat.
