Minyak Memanas, Kecemasan Pasar Meningkat: Selat Hormuz Jadi Sorotan
Harga minyak bertahan stabil setelah melonjak lebih dari 3% pada perdagangan Kamis, di tengah pasar yang menimbang ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran serta risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di sekitar US$66 per barel, melanjutkan reli tiga hari berturut-turut yang juga didukung oleh pelemahan dolar AS. Sementara itu, Brent bertahan di atas US$70 per barel, untuk pertama kalinya sejak Juli, setelah premi risiko geopolitik kembali masuk ke harga.
Pemicu utama datang dari pernyataan Trump yang menegaskan bahwa opsi serangan militer tetap terbuka jika Iran menolak mencapai kesepakatan nuklir. Nada keras ini membuat pasar mulai memperhitungkan kembali skenario terburuk, terutama jika ketegangan berkembang menjadi konfrontasi terbuka.
Fokus utama pasar kini tertuju pada Selat Hormuz, jalur laut sempit yang memisahkan Iran dan Semenanjung Arab. Selat ini merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak mentah dan LNG ke pasar global setiap hariβsehingga gangguan sekecil apa pun berpotensi memicu lonjakan harga secara cepat.
Ketegangan semakin meningkat setelah Associated Press melaporkan bahwa Iran memperingatkan kapal-kapal di laut terkait rencana latihan militer pada hari Minggu dan Senin, termasuk latihan tembak langsung di Selat Hormuz, menurut dua pejabat keamanan Pakistan. Pasar kini menunggu apakah latihan tersebut hanya sekadar unjuk kekuatan atau menjadi sinyal eskalasi yang lebih serius.
