0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Reli Emas Gagal: Apakah Tekanan Jual Belum Berakhir?

 

Harga emas kembali melemah di awal pekan, memperpanjang penurunan terdalamnya dalam lebih dari satu dekade. Setelah reli panjang yang memecahkan banyak rekor, pasar tampak menarik rem darurat—tertekan oleh posisi yang terlalu padat dan laju kenaikan yang dinilai sudah berlebihan.

 

Pada perdagangan awal Senin, emas spot sempat anjlok hingga 4%. Perak juga turun sekitar 4%, meskipun masih bertahan di atas US$80 per ounce. Sebelumnya, perak bahkan sempat jatuh hingga 12% dalam satu sesi, mencatatkan penurunan intraday terbesar sepanjang sejarah.

 

Mantan trader logam mulia Robert Gottlieb menilai tekanan ini belum tentu selesai. Menurutnya, pasar masih harus membuktikan apakah emas dan perak mampu menemukan area support yang kuat. Intinya, posisi pasar dinilai terlalu crowded—dan dalam kondisi seperti ini, pemicu kecil saja bisa memicu koreksi yang brutal.

 

Selama setahun terakhir, emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa. Akselerasi paling tajam terjadi pada Januari, ketika investor berburu aset safe haven di tengah kekhawatiran geopolitik, isu money debasement, serta independensi bank sentral AS (The Fed).

 

Pemicu langsung aksi jual tajam pada Jumat datang dari kabar bahwa Donald Trump akan menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed. Pasar menilai Warsh sebagai figur yang paling hawkish terhadap inflasi di antara kandidat lainnya, sehingga memicu ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi ini biasanya memperkuat dolar AS dan menekan harga emas yang diperdagangkan dalam dolar.

 

Namun, secara struktural pasar sebenarnya sudah berada dalam kondisi rawan meledak bahkan sebelum kabar tersebut muncul. Volatilitas tinggi dan lonjakan harga memberi tekanan pada model risiko dan neraca banyak pelaku pasar. Goldman Sachs Group Inc. menyoroti adanya gelombang besar pembelian opsi call yang secara mekanis mendorong harga naik—karena penjual opsi harus melakukan lindung nilai dengan membeli aset dasarnya. Masalahnya, ketika tren berbalik, efek ini bisa bekerja sebaliknya dan mempercepat penurunan.

 

Pada pukul 08.05 waktu Singapura, harga emas tercatat turun sekitar 2,2% ke US$4.784,54 per ounce, sementara perak turun 2,1% ke US$83,30. Logam mulia lain seperti platinum dan palladium juga melemah. Di sisi lain, Bloomberg Dollar Spot Index relatif stabil setelah naik 0,9% pada sesi sebelumnya—penguatan dolar menjadi salah satu hambatan utama bagi pemulihan emas dalam waktu dekat.

 

Sumber: Newsmaker.id

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *