0 0
Read Time:1 Minute, 6 Second

Harga minyak bergerak stabil setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam tiga pekan. Pasar mulai tenang seiring rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat pada Jumat sore yang dinilai dapat meredakan risiko konflik militer serta potensi gangguan pasokan.

 

Pada sesi Asia, WTI diperdagangkan di kisaran $63 per barel setelah anjlok 2,8% pada Kamis. Sementara itu, Brent masih bertahan di bawah $68 per barel.

 

Tekanan harga meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran tengah melakukan negosiasi, mendorong pasar memangkas premi risiko geopolitik. Meski demikian, harga sempat memantul setelah Arab Saudi memangkas harga jual ke pembeli Asia lebih kecil dari perkiraan, yang ditafsirkan sebagian pelaku pasar sebagai sinyal kepercayaan Riyadh terhadap permintaan.

 

Secara mingguan, minyak berpotensi mencatat penurunan pertama sejak pertengahan Desember, seiring berkurangnya premi risiko yang sebelumnya terbentuk akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengahβ€”wilayah yang menyuplai sekitar sepertiga produksi minyak dunia.

 

Walau risiko konflik mereda, pasar belum sepenuhnya stabil. Perbedaan pandangan terkait parameter negosiasi AS–Iran membuat peluang tercapainya kesepakatan besar masih belum jelas. Kondisi ini berpotensi terus membayangi pasar, terutama saat isu kelebihan pasokan fisik mulai mencuat.

 

Pada pukul 07.23 waktu Singapura, kontrak WTI Maret turun 0,5% ke $62,99 per barel. Sementara itu, Brent April ditutup 2,7% lebih rendah di $67,55 per barel pada perdagangan Kamis.

 

Sumber: Newsmaker.id

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *