0 0
Read Time:1 Minute, 3 Second

Harga emas (XAU/USD) turun ke area $4.680 pada sesi Asia Jumat pagi, melemah sekitar 2,7% dalam sehari. Penurunan ini terjadi setelah reli sebelumnya, seiring pasar mulai melakukan profit taking dan merapikan posisi di tengah kondisi pasar yang rapuh.

 

Pemicu utama berasal dari aksi ambil untung. Banyak trader menutup posisi emas untuk menutup kerugian di pasar saham, sehingga emas ikut terdampak forced selling. Tekanan juga datang dari sisi teknikal pasar derivatif, setelah CME kembali menaikkan margin awal kontrak futures emas dan perak. Kenaikan margin memaksa trader menambah jaminan atau melikuidasi posisi.

 

Pelemahan saham, khususnya sektor teknologi, memperburuk kondisi. Saat pasar saham turun dan kebutuhan margin meningkat, sebagian pelaku pasar menjual aset yang masih untung—termasuk emas—untuk memenuhi kewajiban kolateral.

 

Dari sisi geopolitik, meredanya ketegangan turut menekan permintaan aset safe haven. Konfirmasi rencana perundingan diplomatik antara AS dan Iran di Oman menurunkan persepsi risiko konflik, yang umumnya berdampak negatif bagi emas.

 

Meski demikian, emas masih berpeluang menahan penurunan jika dolar AS melemah. Kekhawatiran terhadap independensi The Fed berpotensi menekan USD dan mendukung komoditas berdenominasi dolar seperti emas.

 

Pasar kini menantikan data Michigan Consumer Sentiment (preliminary). Jika sentimen konsumen melemah tajam, pasar bisa kembali memperhitungkan skenario pelonggaran kebijakan—yang biasanya menjadi faktor positif bagi emas.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *