Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait BSI (BRIS) Kantongi Laba Rp 7,96 T 2025, Naik 8% yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di media massa, perolehan laba tersebut tidak terlepas dari pendapatan dari penyaluran dana yang naik 13,07% yoy menjadi Rp29,93 triliun pada akhir Desember 2025.
Bagi hasil untuk pemilik dana investasi ikut terkerek 15,73% yoy menjadi Rp9,13 triliun.
Pada pendanaan, BSI mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 16,19% yoy menjadi Rp380,48 triliun hingga kuartal IV-2025..
Seiring dengan peningkatan tersebut, kualitas pembiayaan semakin membaik dengan non performing financing (NPF) gross menjadi sebesar 1,81%, dari sebelumnya 1,90%.
Sedangkan NPF net sebesar 0,47% dari sebelumnya 0,50%..
Pada fungsi intermediasi, bank syariah terbesar RI itu tercatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,22 triliun, meningkat 14,5% yoy sepanjang tahun lalu..
Perolehan laba itu naik 8,01% secara tahunan (yoy) dari sebesar Rp7 triliun pada 2025..
Alhasil, pendapatan setelah distribusi bagi hasil tercatat naik 11,93% yoy menjadi Rp20,8 triliun..
Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β PT Bank Syariah Indonesia TbkΒ (BRIS) mencetak laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp7,96 triliun sepanjang 2025.
Total aset BSI pun kali ini naik 11,64% yoy menjadi Rp456,19 triliun..
Perbandingan pembiayaan terhadap simpanan alias financing to deposit ratio (FDR) BSI menyusut menjadi 83,74% dari sebelumnya 84,97%..
Perkembangan terkait BSI (BRIS) Kantongi Laba Rp 7,96 T 2025, Naik 8% akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber asli: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260206064837-17-708665/bsi–bris–kantongi-laba-rp-796-t-2025-naik-8
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Dolar Australia (AUD) menghentikan pelemahannya selama dua hari terhadap Dolar AS (USD)
- Harga Perak Dunia Menguat di Tengah Penurunan Dolar AS dan Kebijakan Moneter Ketat
