0 0
Read Time:1 Minute, 13 Second

Harga perak dunia menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami penurunan 6,5% dalam dua hari terakhir. Pada Selasa, 27 September 2022, pukul 11.30 WIB, harga perak di pasar spot tercatat sebesar US$18,52 per ons, naik 1% dibandingkan harga penutupan sebelumnya.

Kenaikan harga perak didorong oleh melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) setelah mencapai puncak tertinggi dalam 20 tahun. Indeks dolar, yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tercatat pada 113,67, turun 0,38% dari level tertingginya.

Melemahnya dolar memberikan sentimen positif bagi harga perak, karena perak yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Sebelumnya, harga perak mengalami penurunan akibat kebijakan moneter yang ketat, yang memperkuat dolar AS. Pada Rabu lalu, waktu AS (atau Kamis dini hari waktu Indonesia), Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin, menjadi 3% – 3,25%, dan mengulangi sikap agresif mereka.

Meskipun para pelaku pasar memperkirakan bahwa The Fed akan mengurangi suku bunga tahun depan, proyeksi dari Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sebaliknya. Mereka memprediksi suku bunga akan meningkat menjadi 4,6% (dalam kisaran 4,5% – 4,75%) tahun depan, yang berarti masih ada potensi kenaikan 150 basis poin dari level saat ini.

Kenaikan suku bunga ini meningkatkan biaya peluang dalam memegang perak, yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga aset ini kurang diminati di era suku bunga tinggi.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *