0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ekonomi Moncer Rupiah Justru Loyo, Dolar AS Naik ke Rp16.825 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV-2025 sebesar 5,39% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari ekspektasi pasar..

Selain itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada agenda rapat kebijakan ECB. Selain itu, Bank of England yang diperkirakan sama-sama menahan suku bunga, menjaga fokus pasar tetap pada arah kebijakan bank sentral global dan pergerakan dolar AS..

Penguatan ini melanjutkan tren dari penutupan perdagangan sebelumnya, ketika DXY naik 0,18%..

Sepanjang sesi, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.775-Rp16.830/US$..

Pergerakan rupiah sepanjang hari terpantau cenderung melemah.

Sebagai catatan, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi/lembaga sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan kuartal IV-2025 sebesar 5,23% yoy. Selain itu, 0,72% qoq..

Pelemahan rupiah terjadi di tengah rilis data ekonomi terbaru.

Merujuk data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan hari ini, Kamis (5/2/2026), di level Rp16.825/US$ atau terdepresiasi 0,36%.

Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, rupiah sudah dibuka turun 0,09% di level Rp16.780/US$, sebelum pelemahan berlanjut hingga penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,12% di level 97,733.

Pasar juga mencermati implikasi nominasi Kevin Warsh sebagai kandidat ketua The Fed, termasuk preferensinya pada neraca bank sentral yang lebih ramping. Selain itu, ekspektasi kebijakan yang tidak terlalu agresif dalam penurunan suku bunga..

Indeks dolar bertahan di atas level 97,5 atau mendekati level tertingginya dalam dua pekan, di tengah penyesuaian ekspektasi pasar terhadap laju pemangkasan suku bunga The Fed yang dinilai bisa lebih lambat..

Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 0,86% (quarter-on-quarter/qoq)..

Hal ini disebabkan oleh tekanan eksternal masih dominan, seiring penguatan dolar AS di pasar global sehingga Namun, rupiah belum mampu memanfaatkan sentimen positif tersebut.

Gubernur The Fed Lisa Cook menekankan kekhawatiran pada inflasi yang progresnya dinilai tertahan, sehingga dukungan pemangkasan suku bunga cenderung menunggu tekanan harga benar-benar mereda..

Pelemahan ini melanjutkan tekanan dari perdagangan sebelumnya, ketika rupiah melemah tipis 0,06%. Selain itu, ditutup di posisi Rp16.765/US$..

// .

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meski data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat solid..

Dari data ekonomi AS, laporan ADP menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta berada di bawah ekspektasi, sementara aktivitas sektor jasa justru melampaui perkiraan.

Dengan capaian tersebut, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat tumbuh 5,11% yoy.

Perkembangan terkait Ekonomi Moncer Rupiah Justru Loyo, Dolar AS Naik ke Rp16.825 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Sumber asli: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260205145421-17-708514/ekonomi-moncer-rupiah-justru-loyo-dolar-as-naik-ke-rp16825

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *