Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Melemah 0,21%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.860 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pelemahan rupiah jelang akhir pekan ini terjadi di tengah sentimen eksternal yang masih dominan.
Pasar menilai Warsh berpotensi tidak terlalu mendorong pemangkasan suku bunga agresif, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran terhadap independensi bank sentral.
Dolar AS juga masih mendapat dukungan setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua Federal Reserve pekan lalu..
Merujuk data Refinitiv, rupiah melemah 0,21% ke level Rp16.860/US$ pada penutupan perdagangan hari ini.
Perry menyampaikan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 mencapai 5,39% sehingga secara keseluruhan 2025 tumbuh 5,1%.
Penguatan dolar dalam beberapa hari terakhir mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar pada aset berdenominasi greenback, yang pada gilirannya dapat menambah tekanan pada mata uang lain, termasuk rupiah..
Inflasi tercatat 2,92%. Selain itu, berada dalam sasaran, sementara stabilitas nilai tukar rupiah terus diperkuat melalui kebijakan Bank Indonesia.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau masih berada di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,02% di level 97,845..
Moody’s juga menilai meningkatnya ketidakpastian kebijakan telah melemahkan kepercayaan investor, tercermin dari volatilitas pasar saham. Selain itu, nilai tukar..
Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Kamis (5/2/2026)..
Dari sisi domestik, perhatian pasar juga tertuju pada langkah lembaga pemeringkat.
Penyesuaian ini didorong penilaian Moody’s atas menurunnya kepastian. Selain itu, prediktabilitas kebijakan, khususnya dari sisi tata kelola, yang dinilai berpotensi menekan kredibilitas kebijakan dan kinerja ekonomi jika berlanjut.
Stabilitas sistem keuangan juga terjaga, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang kuat, serta risiko kredit yang rendah..
Sentimen kehati-hatian tersebut muncul meski imbal hasil US Treasury cenderung menurun, setelah sejumlah data mengarah pada pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan menjelang rilis data payrolls Januari pekan depan..
// .
Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup turun 0,36% di posisi Rp16.825/US$.
Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.850-Rp16.888/US$..
Menanggapi keputusan tersebut, mengacu pada publikasi Bank Indonesia, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan penyesuaian outlook tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional..
Di saat yang sama, meningkatnya sikap risk-off turut menopang dolar, seiring tekanan di pasar saham, khususnya saham teknologi di tengah kekhawatiran besarnya belanja kecerdasan buatan (AI). Selain itu, dampaknya terhadap berbagai sektor..
Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (6/2/2026) atau jelang akhir pekan..
Level penutupan hari ini juga menjadi yang terlemah dalam dua pekan terakhir atau sejak 22 Januari 2026..
Perkembangan terkait Rupiah Melemah 0,21%, Dolar AS Naik Jadi Rp16.860 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber asli: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260206144424-17-708870/rupiah-melemah-021-dolar-as-naik-jadi-rp16860
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Dolar Turun Tipis, tapi Masih Tinggi dalam Kegelisahan Pertumbuhan Global
- Harga Minyak WTI Turun Meski Produksi di Teluk Meksiko Terdampak Topan Francine
