Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait BI Bikin ‘PINISI’ Buat Dorong Kredit UMKM RI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
BI sudah memetakan berbagai program PINISI yang akan dijalankan per kuartalnya pada tahun ini.
Adapun, K/L. Selain itu, lembaga yang terlimbat a.l.
Pada kuartal I, BI akan melakukan kick off PINISI. Selain itu, dilanjutkan dengan sinergi pada kuartal II, kemudian a road to harvesting pada kuartal III dan harvesting program PINISI pada kuartal akhir 2026.
Program ini akan melibatkan kementerian. Selain itu, lembaga hingga pemerintah daerah untuk mempertemukan antara sisi permintaan dan penyaluran kredit..
Jakarta, CNBC Indonesia – Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil. Selain itu, menengah (UMKM) mengalami tekanan pada tahun lalu.
Kami mencoba melakukan berbagai program di dalam PINISI, tekniknya sedang kami bicarakan,” kata Alexander..
Sektor ini diwarnai oleh peningkatan risiko kredit.
Sejalan dengan itu, pangsa pasar kredit UMKM terhadap total kredit perbankan terus tergerus.
Pertumbuhan kredit UMKM ini terus turun. Selain itu, terkontraksi hingga akhir tahun..
Kementerian PU, OJK, Kementerian Keuangan, SMF, Kementerian PKP, Danantara, Bappenas, Kementerian ESDM, Kementerian Koperasi. Selain itu, UKM, Kementerian Perindustrian dan BKPM..
Adapun, pertumbuhan kredit UMKM ini tercatat rendah sejak Juli 2025.
Hal ini mempengaruhi penyaluran kredit di sektor UMKM..
Dia memaparkan program PINISI meliputi penguatan transmisi kebijakan makroprudensial BI, bridging program pasokan likuiditas. Selain itu, mendorong permintaan kredit, debottlenecking kredit atau pembiayaan sektor prioritas, serta membangun sinergi efektif dengan kementerian/lembaga (K/L) dan pelaku industri, serta meningkatkan optimisme pelaku usaha dan masyarakat..
Departemen Kebijakan Makroprudensial Alexander Lubis mengungkapkan sejak pandemi Covid-19, sektor UMKM ternyata belum sepenuhnya pulih.
Ini adalah program yang akan dikedepankan bank sentral pada 2026 guna percepatan intermediasi kebijakan BI terhadap penyaluran kredit..
Pada akhir 2025, pangsa pasar kredit UMKM tercatat sebesar 17,49% atau turun jika dibandingkan 19,24% pada 2024. Selain itu, 20,55% pada 2023.
“Peningkatan risiko kredit di UMKM sehingga dari sisi bank harus menyesuaikan lending appetite-nya,” papar Alexander, dalam Editor’s Briefing di Pontianak, Kalimantan Barat (6/2/2026)..
Pada bulan tersebut, pertumbuhan kredit UMKM tercatat masih 1,82%. Selain itu, turun signifikan menjadi hanya 1,3% pada Agustus 2025.
Per Oktober 2025, nonperforming loan (NPL) UMKM berada di level 4,51%.
“PINISI percepatan intermediasi Indonesia.
perumahan, ketahanan. Selain itu, hilirisasi pangam pertanian, MBG, industri dan hilirisasi SDA..
Bank Indonesia (BI) mencatat kredit UMKM terkontraksi hingga 0,3% secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025..
Melihat kondisi ini, Alexander mengungkapkan BI pun menginisiasi Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI).
Perkembangan terkait BI Bikin ‘PINISI’ Buat Dorong Kredit UMKM RI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber asli: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260209084428-17-709360/bi-bikin-pinisi-buat-dorong-kredit-umkm-ri
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
