Pekan ini, bursa saham Asia menghadirkan variasi pergerakan yang menarik dengan sentimen yang berbeda-beda di pasar regional. Para investor menunggu dengan antusias rilis dot plot Federal Reserve yang dijadwalkan pada bulan Maret ini.
Pada Senin (11/3), indeks saham utama menunjukkan pergerakan beragam:
- Indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 2,19%, mencerminkan tekanan jual yang signifikan.
- Kospi Korea Selatan turun 0,77%, sementara Straits Times Singapura mengalami penurunan 0,28%.
- PSEi Filipina terjun 1,01%, sedangkan ASX 200 Australia turun 1,82%.
Di sisi lain, indeks Shanghai menguat 0,74% sementara Hang Seng Hong Kong melesat 1,43% dan FTSE Malaysia menguat 0,31%. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia libur hingga esok.
Nafan Aji dari Miraae Asset Sekuritas menyoroti apresiasi pasar terhadap komitmen Federal Reserve untuk menjalankan kebijakan moneter yang longgar tahun ini, sambil menunggu rilis dot plot yang dinanti-nantikan.
Philip Sekuritas Indonesia mencatat meningkatnya ekspektasi terhadap penurunan suku bunga AS di bulan Juni setelah Jerome Powell dari Federal Reserve mengonfirmasi bahwa upaya untuk mengendalikan inflasi masih berlanjut. Sementara itu, di Asia, impor minyak mentah Tiongkok naik 5,1% YoY pada dua bulan pertama tahun 2024, sementara konsumsi BBM India tumbuh 5,7% YoY di bulan Februari.
Namun, dari Jepang, data belanja rumah tangga yang menunjukkan penurunan 6,3% YoY di bulan Januari menarik perhatian pasar karena menjadi penurunan terbesar dalam 10 bulan terakhir.
Pergerakan pasar ini mencerminkan kompleksitas ekonomi global yang tengah dihadapi oleh para investor di kawasan Asia saat ini.
