Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Minyak Melemah Tipis, Pasar Pantau Ketat Selat Hormuz yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia melemah tipis pada perdagangan Selasa pagi (10/2/2026), meski tetap bertahan di level tinggi seiring pasar mencermati potensi gangguan pasokan global dari kawasan Timur Tengah..
WTI juga naik dari kisaran US$ 62 per barel menuju US$ 65 per barel, sebelum kembali terkoreksi tipis pagi ini..
Berdasarkan Refinitiv, per pukul 09.25 WIB, harga minyak Brent (LCOc1) tercatat di US$ 69,02 per barel, turun tipis dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di US$ 69,04 per barel.
// .
Brent sempat bergerak dari US$ 66,30 per barel pada awal Februari hingga menyentuh area US$ 70 per barel di akhir Januari.
Meskipun demikian, di sisi lain potensi eskalasi, pengetatan sanksi, atau gangguan logistik tetap menjadi faktor yang sulit diabaikan oleh pelaku pasar. sementara Di satu sisi, ada sinyal diplomatik yang cenderung konstruktif,.
Langkah ini dapat mempengaruhi aliran minyak global. Selain itu, mendorong negara-negara importir besar di Asia untuk menyesuaikan sumber pasokan mereka..
Dari sisi pasokan global, pasar juga mencermati arah kebijakan sanksi energi terhadap Rusia yang berpotensi semakin diperketat.
Secara historis dalam sepekan terakhir, harga minyak masih menunjukkan kecenderungan menguat.
Pergerakan terbatas ini terjadi setelah reli pada awal pekan.
Hal ini disebabkan oleh sekitar 20% konsumsi minyak global melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut sehingga Selat Hormuz memiliki peran strategis.
Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI/CLc1) berada di US$ 64,31 per barel, sedikit lebih rendah dari posisi US$ 64,36 per barel pada Senin (9/2/2026)..
Negara-negara produsen utama seperti Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait,. Selain itu, Irak sangat bergantung pada jalur ini untuk menyalurkan ekspor minyak mereka, terutama ke kawasan Asia..
Pada Senin lalu, harga minyak menguat lebih dari 1%, ditopang meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pengapalan minyak terpenting dunia..
Ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda membuat pasar masih menyisakan risk premium pada harga minyak.
Perkembangan terkait Harga Minyak Melemah Tipis, Pasar Pantau Ketat Selat Hormuz akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Mencari Jalan untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tengah Tantangan Global
- Harga Perak Bertahan Dekat Puncak 14 Tahun, Pasar Tunggu Konfirmasi dari Data Inflasi AS
