Pemerintah Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi di atas 5% untuk tahun 2024, namun para ekonom melihat tantangan besar di depan untuk mencapai angka tersebut mengingat kondisi domestik dan global saat ini.
Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang paling realistis untuk Indonesia berada di sekitar 4,9%. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang sedang terjadi dan perlambatan ekonomi di China, salah satu mitra dagang utama Indonesia.
“Dalam kondisi seperti ini, sulit bagi pertumbuhan ekonomi kita mencapai angka 5% atau lebih,” ujar Huda kepada Kontan.co.id pada Rabu (20/3).
Huda menambahkan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, diperlukan langkah-langkah yang mampu mendorong konsumsi masyarakat, yang saat ini masih mengalami tantangan dalam pertumbuhannya.
“Saya sulit melihat pertumbuhan konsumsi masyarakat mencapai level yang dibutuhkan untuk mencapai target 5,2% di tengah kondisi triwulan terakhir yang menunjukkan angka yang cukup rendah,” jelasnya.
Huda juga menyoroti bahwa harapan pada sektor ekspor untuk mendongkrak pertumbuhan juga terbatas, mengingat perlambatan ekonomi global yang sedang terjadi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Indonesia, dengan target pertumbuhan ekonomi 5,2%, masih di antara sedikit negara yang dapat mempertahankan atau sedikit meningkatkan pertumbuhan ekonominya. India, Filipina, dan Vietnam adalah beberapa negara lain yang memiliki proyeksi pertumbuhan di atas 5% untuk tahun 2024.
Upaya pemerintah dalam mencapai target tersebut akan menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik yang kompleks.
