0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

Bursa Asia Bergerak Tipis di Dekat Rekor, Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS

 

Pasar saham bergerak tipis dan bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa pada Rabu, menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang krusial. Sentimen pasar masih ditopang oleh data penjualan ritel AS yang lemah, yang memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada paruh kedua tahun ini.

 

Indeks MSCI Asia Pacific nyaris tidak berubah setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut yang mendorong indeks tersebut ke rekor baru. Namun, arah pasar belum sepenuhnya solid menyusul koreksi Wall Street pada Selasa, dengan investor kembali bersikap risk-off, terutama pada saham teknologi.

 

Di pasar obligasi, futures US Treasury mempertahankan penguatannya setelah imbal hasil obligasi 10-tahun turun ke level terendah dalam sekitar satu bulan pada sesi sebelumnya. Aktivitas perdagangan obligasi tunai di Asia juga relatif sepi karena pasar Jepang tutup. Di tengah penurunan yield, emas—yang biasanya diuntungkan oleh suku bunga rendah—menguat tipis, seiring pasar uang mulai meningkatkan peluang tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

 

Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan memberi sinyal bahwa daya dukung konsumsi terhadap ekonomi mulai melemah menjelang akhir tahun. Kondisi ini membuat pekan ini menjadi krusial: pasar menanti laporan tenaga kerja pada Rabu dan data inflasi pada Jumat untuk membaca arah kebijakan suku bunga selanjutnya. Di sisi lain, ketidakpastian di sektor teknologi masih membayangi akibat besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

 

Sejumlah pelaku pasar menilai laporan tenaga kerja akan menjadi penentu utama. Konsensus memperkirakan penambahan payroll sekitar 65.000 pada Januari, dengan tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,4%. Selain itu, akan ada revisi tahunan data ketenagakerjaan, yang berpotensi menunjukkan koreksi penurunan total lapangan kerja hingga Maret 2025—meningkatkan sensitivitas pasar terhadap rilis data ini.

 

Di luar data ekonomi, komentar pejabat The Fed juga membentuk ekspektasi pasar. Sebagian pejabat menilai suku bunga masih dapat ditahan lebih lama sambil menunggu data lanjutan, sementara lainnya menegaskan bahwa pemangkasan tambahan membutuhkan pelemahan pasar tenaga kerja yang lebih nyata. Dari sisi korporasi, beberapa pihak menilai penurunan tajam saham software pekan lalu sebagai reaksi berlebihan, dan percaya ekonomi AS masih memiliki ruang tumbuh berkat produktivitas dan dukungan laba perusahaan.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *