Harga Minyak Naik, Risiko Iran Kalahkan Sentimen Stok AS
Harga minyak menguat pada Rabu pagi seiring kembali meningkatnya ketegangan geopolitik terkait Iran di Timur Tengah, yang menutupi sentimen negatif dari lonjakan besar stok minyak mentah Amerika Serikat. Pelaku pasar menilai risiko geopolitik saat ini lebih signifikan dibandingkan data persediaan jangka pendek.
Minyak WTI naik sekitar 0,5% ke $64,29 per barel pada pukul 07.51 waktu Singapura, setelah ditutup sedikit melemah pada sesi sebelumnya. Sementara itu, Brent bertahan di sekitar $69 per barel, usai ditutup turun 0,4% ke $68,80 pada Selasa.
Penguatan ini dipicu oleh laporan bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan langkah yang lebih keras, termasuk opsi penyitaan kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Iran. Selain itu, beredar spekulasi bahwa AS dapat mengirim tambahan gugus kapal induk ke kawasan tersebut jika negosiasi program nuklir Iran mengalami jalan buntu. Sinyal-sinyal ini membuat pasar kembali menempelkan premi risiko pada harga minyak.
Di sisi lain, faktor yang seharusnya menekan harga justru datang dari AS. Laporan American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak 13,4 juta barel pekan lalu. Jika dikonfirmasi oleh data resmi, ini akan menjadi kenaikan terbesar sejak November 2023, yang biasanya mencerminkan pasokan berlebih atau melemahnya permintaan.
Namun, fokus pasar saat ini lebih tertuju pada skenario terburuk jika kesepakatan nuklir gagal tercapaiβmulai dari risiko serangan AS ke Teheran hingga aksi balasan Iran yang berpotensi mengganggu arus pasokan minyak dari kawasan tersebut. Sepanjang tahun ini, harga minyak telah naik lebih dari 10%, sebagian besar dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang berulang.
Investor juga menantikan sejumlah agenda penting ke depan. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu untuk membahas situasi tersebut. Selain itu, pasar menunggu laporan bulanan OPEC serta analisis IEA yang akan dirilis Kamis, yang sebelumnya memperingatkan potensi surplus pasokan tahun ini jika pertumbuhan produksi melampaui permintaan. (asd)
Sumber: Newsmaker.id
