0 0
Read Time:2 Minute, 24 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Tak Cukup RBC, Kesehatan Asuransi Harus Diukur dari 2 Aspek Ini yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Perusahaan yang memiliki manajemen risiko baik, likuiditas kuat,. Selain itu, efisiensi terjaga seharusnya mendapat insentif berupa iuran penjaminan yang lebih kecil.

Achmad menjelaskan, dalam praktik asuransi, penetapan tarif premi harus berbasis aktuaria. Selain itu, statistik risiko.

Asuransi Asei Indonesia Achmad Sudiyar Dalimunthe yang mewakili pelaku usaha asuransi mengatakan, melihat kesehatan perusahaan asuransi tidak cukup hanya dari RBC semata.

Menurutnya, likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban klaim secara cepat tanpa mengganggu operasional..

Ia melanjutkan, meskipun RBC tetap menjadi indikator penting, aspek likuiditas tak kalah penting.

Kita lihat yang sudah kelihatan dari statistik,” ucapnya..

“Jadi berapa ratio biaya, berapa ratio akuisisimu dibandingkan dengan preminya.

Karena harus ada dana yang cukup saat klaim hari ini,” ujarnya dalam RDPU Panja RUU Pengembangan. Selain itu, Penguatan Sektor Jasa Keuangan (PPSK) di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (12/2/2026)..

Makanya faktor likuiditas juga sangat penting.

Nah itu adalah tahap-tahapannya yang memang memerlukan koordinasi baik antara regulator industri perasuransian,” tutupnya..

Dengan dasar aktuaria yang kuat, perusahaan asuransi seharusnya mampu menjaga kecukupan modal. Selain itu, stabilitas keuangannya..

“Jadi kalau dia (perusahaan) menetapkan tarif di bawah itu, sudah pasti dia tidak akan bisa membayar.

Ia memberi contoh perbedaan premi kendaraan roda dua. Selain itu, roda empat.

Meskipun demikian, perlu diukur melalui likuiditas. Selain itu, kombinasi rasio. sementara Meskipun RBC telah mencerminkan kemampuan pembayaran klaim,.

“Tidak bisa kemudian hari ini ada klaim, tiba-tiba dia harus menjual bangunan, menjual gedung, kantornya, itu tidak mungkin.

Selain RBC. Selain itu, likuiditas, Achmad menyoroti pentingnya kombinasi rasio.

Kalau ternyata combine ratio-nya lebih besar dari premi murninya, bebannya besar pada masyarakat,” ucapnya..

Jakarta, CNBC Indonesia – Industri asuransi memang telah dirancang dengan prinsip dasar keseimbangan antara aset. Selain itu, kewajiban (liability).

“Bukan cuma sekedar RBC, tetapi likuiditas perlu.

“Tinggal dilihat bagaimana saat ternyata pelaksanaan resolusinya.

Keseimbangan tersebut diukur secara kuantitatif melalui indikator Risk Based Capital (RBC)..

Rasio ini mengukur perbandingan antara biaya klaim, biaya administrasi,. Selain itu, biaya akuisisi terhadap premi yang diterima..

Sebaliknya, perusahaan dengan tata kelola kurang baik dapat dikenakan iuran lebih besar sebagai bentuk disiplin pasar..

Jadi tidak cuma sekedar RBC, tapi juga likuiditas kecepatan dia untuk mendapatkan uang dalam bayar klaim,” jelasnya..

Perkembangan terkait Tak Cukup RBC, Kesehatan Asuransi Harus Diukur dari 2 Aspek Ini akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Sumber asli: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260212153736-17-710693/tak-cukup-rbc-kesehatan-asuransi-harus-diukur-dari-2-aspek-ini

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *