0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Minyak Berpotensi Catat Penurunan Mingguan Beruntun di Tengah Sentimen Risk-Off

Harga minyak mentah bersiap mencatat penurunan mingguan dua kali berturut-turut untuk pertama kalinya tahun ini, tertekan oleh sentimen risk-off di pasar global, kekhawatiran kelebihan pasokan, serta prospek negosiasi nuklir AS–Iran yang berlarut-larut.

West Texas Intermediate (WTI) bertahan di bawah $63 per barel setelah merosot hampir 3% pada Kamis, sementara Brent diperdagangkan sedikit di atas $67 per barel.

Diplomasi AS–Iran Redakan Premi Risiko

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dapat berlangsung hingga satu bulan. Pernyataan ini secara tidak langsung menurunkan kemungkinan eskalasi militer dalam waktu dekat—dan dengan demikian mengurangi risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Untuk saat ini, fokus Washington disebut masih pada jalur diplomatik guna membatasi ambisi nuklir Iran. Akibatnya, “premi ketegangan” (tension premium) yang sebelumnya menopang harga minyak mulai terkikis.

IEA: Surplus Pasokan Membayangi 2026

Sementara itu, International Energy Agency (IEA) kembali menegaskan gambaran fundamental yang kurang mendukung harga. Pasar minyak global pada 2026 diproyeksikan mengalami surplus sekitar 3,7 juta barel per hari (bpd). Selain itu, persediaan global tahun lalu meningkat pada laju tercepat sejak 2020.

Kombinasi proyeksi surplus dan lonjakan stok membuat pelaku pasar lebih cepat melepas posisi ketika sentimen global memburuk.

Pergerakan Harga Terbaru

Dalam perdagangan Asia:

  • WTI kontrak Maret diperdagangkan di sekitar $62,81 per barel (relatif stabil) pada sesi pagi Singapura.
  • Brent kontrak April melemah tipis 0,1% ke sekitar $67,45 per barel.

Jika tren pelemahan berlanjut, penurunan mingguan beruntun ini berisiko mengakhiri tren penguatan yang sempat terbentuk pada awal 2026—yang sebelumnya didukung oleh ketegangan geopolitik.


Kalau kita lihat sebagai trader 👇

📉 Struktur market sekarang berubah dari “headline geopolitik” ke “oversupply narrative.”

Selama WTI di bawah $63:

  • Bias jangka pendek → masih tekanan turun
  • Support berikutnya → $61.50 lalu $59.80

Kalau tembus $63.80 lagi:

  • Bisa ada short covering rally

Kalau kamu mau, kita bisa breakdown:

  • Setup intraday WTI
  • Atau analisa korelasi oil vs DXY vs indeks saham
  • Atau bandingkan dampaknya ke emas (karena kemarin emas juga volatil)

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *