Emas Stabil Setelah Kejatuhan Tajam Akibat Gejolak Pasar Global
13 Februari 2026 | Indonesia News Portal for Traders
Harga emas mulai stabil setelah mengalami penurunan tajam yang dipicu aksi jual luas di berbagai pasar keuangan global, yang diduga turut diperparah oleh perdagangan algoritmik.
Emas batangan diperdagangkan di sekitar $4.920 per ounce pada awal sesi Asia, setelah anjlok 3,2% pada sesi sebelumnya—penurunan harian terbesar dalam sepekan. Kejatuhan mendadak ini terjadi bersamaan dengan gejolak di Wall Street, di mana harga aset lintas kelas mengalami tekanan akibat kekhawatiran dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap laba perusahaan.
Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi AS yang dijadwalkan rilis pada Jumat, yang berpotensi membentuk ekspektasi terhadap langkah kebijakan Federal Reserve berikutnya. Data tenaga kerja Januari yang kuat awal pekan ini telah mengurangi urgensi bagi The Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi katalis positif bagi emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Penurunan Dipicu Algoritma dan Aksi Ambil Untung
Penurunan dramatis pada Kamis—yang tidak memiliki katalis jelas—kemungkinan diperparah oleh aksi jual dari commodity trading advisers (CTA) yang menggunakan model komputer untuk mengikuti pergerakan harga, menurut Michael Ball, ahli strategi makro Bloomberg.
Selain itu, sebagian tekanan jual pada emas dan perak—yang sempat anjlok hampir 11% pada Kamis—diduga berasal dari aksi ambil untung. Kedua logam tersebut sebelumnya berhasil memangkas sebagian kerugian setelah koreksi historis di awal bulan, namun sejak itu pergerakan harga tetap volatil.
Prospek Jangka Menengah Masih Positif
Meski terjadi koreksi, sejumlah bank besar tetap mempertahankan pandangan bullish terhadap emas tahun ini. Mereka menilai faktor pendorong utama masih utuh, termasuk:
Ketegangan geopolitik global
Isu independensi Federal Reserve
Pergeseran investor dari aset tradisional seperti mata uang dan obligasi pemerintah
BNP Paribas SA memproyeksikan harga emas dapat mencapai $6.000 per ounce pada akhir tahun, sementara Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs juga mempertahankan proyeksi optimistis.
Pada pukul 08.28 waktu Singapura, emas spot naik tipis 0,1% ke $4.940,79 per ounce. Perak menguat 0,6% ke $75,88, sementara platinum dan palladium juga naik. Indeks Dolar Bloomberg relatif tidak berubah.
