Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Breaking! Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.820 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Di saat yang sama, pelaku pasar juga menilai efektivitas transmisi pelonggaran suku bunga ke sektor riil, mengingat penurunan suku bunga belum sepenuhnya diikuti penurunan suku bunga kredit sehingga dorongan ekspansi pembiayaan masih terbatas..
Selain keputusan suku bunga, pasar juga akan mencermati arah kebijakan stabilisasi nilai tukar, termasuk intensitas intervensi BI di tengah kondisi pasar keuangan yang masih rentan terhadap risiko arus keluar asing pasca gejolak akhir Januari..
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau berada di zona hijau dengan penguatan 0,04% ke level 97,193..
Sepanjang 2025, BI tercatat memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali, masing-masing 25 basis poin pada Januari, Mei, Juli, Agustus,. Selain itu, September.
Melansir data Refinitiv, rupiah dibuka di posisi Rp16.820/US$ atau terapresiasi 0,03%.
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar selama dua hari mulai hari ini. Selain itu, akan diumumkan hasilnya pada esok hari..
// .
Sebelumnya, pada perdagangan terakhir sebelum libur, Jumat (13/2/2026), rupiah ditutup melemah 0,09% di level Rp16.825/US$..
Hal ini disebabkan oleh investor cenderung beralih ke aset aman, termasuk dolar. Selain itu, surat utang AS, yang pada akhirnya dapat menambah tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. sehingga Dalam kondisi seperti ini, dolar AS kerap diuntungkan.
Rupiah diperkirakan masih akan sensitif terhadap sentimen dari domestik. Selain itu, global..
Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berlangsung dalam suasana pasar yang kembali aktif setelah libur dua hari, Senin-Selasa (17/2/2026), seiring perayaan Imlek.
Namun memasuki Januari 2026, BI menahan suku bunga di 4,75%. Selain itu, pasar cenderung menilai sikap bertahan berpeluang berlanjut pada RDG kali ini..
Dari eksternal, sentimen global masih dibayangi meningkatnya ketidakpastian geopolitik, termasuk perkembangan pembicaraan nuklir AS-Iran yang memicu sikap hati-hati pelaku pasar..
Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan perdana setelah libur Tahun Baru Imlek 2026 dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/2/2026)..
Perkembangan terkait Breaking! Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.820 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- 💰 Harga Emas Tertekan, Tapi Siap Catat Kenaikan Bulanan Keempat!
- Indeks Hang Seng Menguat, Pasar Hong Kong Kembali Bergairah
