Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Emiten Lippo (MPPA) Borong 6 Tanah dan Bangunan, Total Rp780 Miliar yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Terakhir, MPPA teken perjanjian dengan PT Balaraja Sentosa (Balaraja), untuk membeli tanah seluas 38.169 meter persegi, yang berlokasi di Kelurahan Sukamurni. Selain itu, Kelurahan Tobat, Kecamatan Balaraja, dengan harga sebesar Rp54,50 miliar..
Akibat rugi selama 9 tahun berturut-turut, MPPA membukukan akumulasi saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp2,95 triliun per 31 Desember 2025.
Dengan PT Citra Cito Perkasa (CCP), emiten pengelola Hypermart itu menandatangani perjanjian untuk membeli bangunan yang berupa gedung bertingkat yang didirikan di atas tanah bersama yang di dalamnya terdapat rumah susun seluas 16.138,06 meter persegi, yang berlokasi di Kelurahan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, dengan harga sebesar Rp351,50 miliar..
Merujuk pada laporan keuangan terbaru dikutip dari keterbukaan informasi rugi tahun berjalan perusahaan per Desember 2025 tercatat bengkak menjadi sebesar Rp152,21 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai tersebut berasal dari 6 perjanjian pengikatan jual beli hak atas tanah. Selain itu, bangunan yang seluruhnya ditandatangani pada 18 Februari 2026..
“Penandatangan Perjanjian oleh Perseroan akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham Perseroan,” kata Corporate Secretary MPPA Mirtha Sukanto dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (18/2/2026)..
Kemudian, perjanjian dengan PT Nusa Malioboro Indah (NMI), MPPA membeli tanah seluas 1.658 meter persegi. Selain itu, gedung pusat perbelanjaan Gedoeng Merah ex Matahari Malioboro dengan luas 5.382 meter persegi, yang berlokasi di Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, dengan harga sebesar Rp68 miliar..
Namun demikian, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai peruntukkan pembelian dalam enam perjanjian tersebut..
Asal tahu saja, emiten ini tercatat sudah tidak pernah membukukan laba bersih sejak tahun 2016, yang mana kala itu laba bersih perusahaan tercatat senilai Rp 38,48 miliar, menurun signifikan dari catatan tahun 2015. Selain itu, 2014 yang masing-masing mencapai Rp 222 miliar dan Rp 574 miliar..
(MPPA) telah memborong sejumlah properti dengan total nilai Rp780 miliar..
Berikutnya, perjanjian dengan PT Panca Megah Utama (PMU), di mana MPPA membeli tanah seluas 6.704 meter persegi. Selain itu, gedung pusat perbelanjaan Plaza Gresik dengan luas 15.848 meter persegi, yang berlokasi di Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, dengan harga sebesar Rp134,50 miliar..
Perinciannya, MPPA teken perjanjian dengan PT Surya Asri Lestari (SAL) untuk membeli tanah seluas 8.001 meter persegi. Selain itu, gedung pusat perbelanjaan Mega M Kedung Badak dengan luas 26.657 meter persegi di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal dengan harga Rp122 miliar..
Sementara di tahun 2024, perseroan membukukan rugi sebesar Rp118,1 miliar..
Sementara itu, MPPA terus mencatatkan kerugian bersih selama sembilan tahun beruntun sejak 2017 hingga 2025.
Dengan begitu, defisiensi modal atau ekuitas negatif MPPA tercatat sebesar Rp2,24 miliar..
Selanjutnya, masih dengan SAL, emiten Grup Lippo itu membeli tanah seluas 2.056 meter persegi. Selain itu, gedung pusat perbelanjaan Sinar Matahari Bogor dengan luas 1.659 meter persegi, yang berlokasi di Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, dengan nilai Rp49,50 miliar..
Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β Emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk.
Perkembangan terkait Emiten Lippo (MPPA) Borong 6 Tanah dan Bangunan, Total Rp780 Miliar akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Update Pasar Global: Pasar Asia-Pasifik Turun, Kekhawatiran Inflasi Tetap Ada
- Indeks Hang Seng Melemah
