Harga minyak dunia kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (19/2), mendekati level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah.
Kontrak minyak mentah Brent tercatat naik sekitar 1,6% ke level US$71,48 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,8% menjadi US$66,35 per barel. Setelah melonjak lebih dari 4% pada perdagangan sebelumnya, harga minyak kini bertahan di area tertinggi sejak Agustus tahun lalu. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pasar mulai memasukkan kembali premi risiko geopolitik ke dalam harga energi global. Ikuti berita market dan perkembangan ekonomi dunia lainnya melalui Newsmaker Indonesia.
Pelaku pasar saat ini fokus pada meningkatnya aktivitas militer di kawasan Timur Tengah, terutama di sekitar Iran dan Selat Hormuz. Jalur laut strategis tersebut diketahui menjadi salah satu rute distribusi energi terpenting di dunia karena dilalui sekitar 20% pasokan minyak global. Kondisi ini membuat setiap potensi gangguan di wilayah tersebut berisiko memicu lonjakan harga minyak secara signifikan.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz sempat ditutup sementara untuk keperluan latihan militer pada Selasa lalu. Selain itu, Iran juga disebut tengah mempersiapkan latihan angkatan laut bersama Rusia dan aktivitas peluncuran roket di wilayah selatan negara tersebut. Di sisi lain, Amerika Serikat turut meningkatkan kehadiran militernya dengan mengerahkan kapal perang di sekitar kawasan Teluk. Untuk mendapatkan update market harian dan edukasi trading lainnya, kunjungi Instagram Equityworld Praxis Official.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan bahwa Washington masih mempertimbangkan langkah diplomasi lanjutan dengan Iran, namun opsi lain juga tetap terbuka. Pernyataan tersebut membuat investor tetap berhati-hati terhadap potensi eskalasi konflik yang dapat mengganggu stabilitas pasokan energi global dalam waktu dekat.
Kondisi geopolitik yang memanas membuat harga minyak tetap bertahan kuat di dekat level tertinggi terbarunya. Investor kini akan terus memantau perkembangan hubungan AS-Iran, aktivitas militer di Timur Tengah, serta potensi dampaknya terhadap distribusi energi dunia sebagai faktor utama penentu arah harga minyak selanjutnya.
Bagi Anda yang ingin mempelajari peluang trading minyak dan komoditas lainnya, silakan kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya dan coba pengalaman simulasi trading melalui Demo Trading EWF.
