Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Minyak Mentah Melemah, Pasar Cermati Arah Konflik AS-Iran yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Selama ketegangan AS-Iran belum menemukan kejelasan arah, harga minyak berpotensi bergerak fluktuatif dengan rentang yang lebar, mengikuti setiap perkembangan diplomatik maupun militer yang muncul..
Situasi ini membuat pasar berada dalam posisi siaga..
Pada 22 Januari 2026, Brent sempat berada di US$64,06 sebelum secara bertahap menguat hingga menyentuh US$70,71 pada 29 Januari 2026.
Dari sisi fundamental, pasar juga mencermati data persediaan minyak Amerika Serikat.
Laporan awal dari pelaku industri menunjukkan penurunan stok minyak mentah, bensin,. Selain itu, distilat pada pekan lalu.
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia bergerak melemah tipis pada perdagangan Kamis pagi (19/2/2026), setelah sehari sebelumnya melonjak tajam lebih dari 4%.
Meski demikian, sebagian pelaku pasar menilai eskalasi penuh relatif kecil kemungkinannya dalam waktu dekat.
Jika penurunan stok terkonfirmasi, harga berpeluang kembali mendapat dorongan..
Lonjakan tersebut mencerminkan premi risiko geopolitik yang kembali masuk ke harga..
Melansir Reuters, ketegangan antara Washington. Selain itu, Teheran menjadi katalis utama.
WTI juga menunjukkan pola serupa, naik dari US$62,33 menjadi US$65,19 dalam periode yang sama.
Ekspektasi bahwa konflik terbuka dapat ditekan membuat harga terkoreksi tipis pagi ini.
Artinya, pasar sedang menimbang dua skenario sekaligus: risiko gangguan pasokan di kawasan produsen utama versus peluang meredanya ketegangan melalui jalur diplomasi..
// .
Pada 17 Februari 2026, Brent sempat ditutup di US$67,42 sebelum kemudian melonjak ke US$70,35 pada 18 Februari 2026.
Angka resmi dari otoritas energi AS dijadwalkan rilis hari ini. Selain itu, berpotensi menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.
Setelah itu harga terkoreksi ke kisaran US$67-68 pada awal Februari, sebelum kembali reli pekan ini.
Pelaku pasar kini menahan posisi sambil mencermati arah ketegangan antara Amerika Serikat. Selain itu, Iran yang masih dinamis..
Pola ini menunjukkan pasar masih sangat responsif terhadap sentimen geopolitik. Selain itu, data fundamental jangka pendek..
Untuk saat ini, level US$70 per barel bagi Brent menjadi area krusial yang diawasi pelaku pasar.
Pergerakan sepanjang Januari hingga Februari 2026 memperlihatkan volatilitas yang cukup tinggi.
Merujuk data Refinitiv, hingga pukul 09.10 WIB, harga minyak jenis Brent berada di level US$70,43 per barel.
Namun di sisi lain, aktivitas militer di kawasan Timur Tengah dilaporkan meningkat, termasuk pengerahan aset militer. Selain itu, pemberitahuan aktivitas peluncuran roket oleh Iran.
Di satu sisi, kedua negara disebut masih membuka ruang dialog. Selain itu, pembicaraan lanjutan dijadwalkan dalam beberapa pekan ke depan.
Secara historis, reli yang terjadi sehari sebelumnya mendorong Brent menembus kembali area psikologis US$70 per barel.
Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) tercatat di US$65,26 per barel.
Keduanya masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Januari..
Perkembangan terkait Harga Minyak Mentah Melemah, Pasar Cermati Arah Konflik AS-Iran akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Harga Emas Antam pada Kamis (29 Februari 2024)
- Harga Emas Logam Mulia Turun Menjadi Rp1.129.000 per Gram
