0 0
Read Time:2 Minute, 37 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp16.880 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sejumlah pejabat masih membuka ruang kenaikan suku bunga apabila inflasi kembali bertahan tinggi, sementara pihak lain menilai pemangkasan suku bunga tetap mungkin dilakukan jika tekanan harga mereda..

Kepala Ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, menilai keputusan menahan suku bunga menjadi opsi paling realistis di tengah kondisi pasar global yang belum stabil..

Meski begitu, Juniman menilai BI masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga ke depan, mengingat tekanan inflasi domestik dinilai relatif rendah..

Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen eksternal. Selain itu, domestik.

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (19/2/2026)..

Ekspektasi pasar juga cenderung menempatkan peluang pemangkasan suku bunga baru menguat mulai pertemuan Juni, berdasarkan pemantauan CME FedWatch Tool.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,01% ke level 97,692.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan merilis mengenai keputusan akan suku bunga BI pada hari ini..

“Inflasi Januari 2026 tercatat 3,55% secara tahunan (year on year/yoy), naik dari 2,92% pada bulan sebelumnya.

// .

Meskipun demikian, belum mengarah pada kesepakatan final dalam waktu dekat. sementara Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih menjadi perhatian, termasuk perkembangan pembicaraan nuklir AS. Selain itu, Iran yang meski mencatat kemajuan pada prinsip-prinsip utama,.

Namun, secara tren dolar masih menunjukkan kekuatan setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya DXY menguat tajam 0,56% ke posisi 97,703..

Dari luar negeri, penguatan dolar AS pada perdagangan sebelumnya memberi tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah..

Di sisi lain, pelonggaran suku bunga juga dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi domestik,” lanjut Juniman..

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan di level Rp16.880/US$ atau terdepresiasi 0,03%.

Berdasarkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga/institusi semuanya solid dengan seluruhnya memproyeksikan BI akan kembali menahan suku bunga di level 4,75% pada pertemuan RDG kali ini..

“Kemungkinan BI menahan suku bunga ini sejalan dengan upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian pasar global. Selain itu, meningkatnya tensi geopolitik,” ujar Juniman kepada CNBC Indonesia pada Rabu (18/2/2026)..

Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Rabu (18/2/2026), rupiah ditutup melemah 0,30% di posisi Rp16.875/US$..

Meskipun demikian, masih berbeda pandangan untuk langkah berikutnya. sementara Sentimen dolar menguat setelah risalah pertemuan kebijakan terbaru Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) menunjukkan para pembuat kebijakan hampir bulat sepakat menahan suku bunga,.

Perkembangan terkait Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp16.880 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *