0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Harga emas dunia (XAU) mengalami koreksi pada hari Rabu, 11 September 2024, namun masih mampu mempertahankan posisi di atas level US$ 2.500 per troy ons. Berdasarkan data dari Refinitiv, harga emas berakhir di angka US$ 2.511,44, melemah sebesar 0,19% dalam sehari dan mengakhiri tren penguatan yang berlangsung selama dua hari sebelumnya.

Pada Kamis pagi, 12 September 2024, hingga pukul 05.30 WIB, harga emas terpantau menguat tipis sebesar 0,07%. Koreksi yang terjadi pada hari Rabu sebagian besar disebabkan oleh sikap pelaku pasar yang cenderung wait and see menunggu rilis data inflasi konsumen AS untuk periode Agustus 2024.

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang dirilis semalam menunjukkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi. Inflasi pada bulan Agustus tercatat sebesar 2,5% secara tahunan (yoy), turun dari proyeksi pasar yang sebesar 2,6% yoy, dan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,9% yoy. Penurunan inflasi ini menjadi berita positif di tengah kekecewaan yang muncul setelah rilis data pasar tenaga kerja pekan lalu.

Pasar kini memperkirakan bahwa peluang untuk pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve semakin dekat. Diperkirakan, The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada setiap dari tiga pertemuan kebijakan yang tersisa di tahun 2024, menurut survei yang dilakukan oleh Reuters, di mana hanya sembilan dari 101 ekonom yang memperkirakan pemotongan sebesar setengah poin dalam pertemuan mendatang.

Suku bunga yang lebih rendah akan meningkatkan daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil. Pemotongan suku bunga diharapkan akan menghasilkan dolar yang lebih lemah, sehingga memberikan keuntungan bagi harga emas. Namun, analis independen Ross Norman mengingatkan bahwa pasar mungkin sudah berspekulasi berlebihan sebelum pergeseran kebijakan The Fed yang diantisipasi, yang bisa menyebabkan harga emas turun sebelum naik lebih tinggi.

“Emas masih berada dalam pola perdagangan yang terbatas, tetapi dengan kecenderungan positif. Saya tidak akan terkejut jika kita melihat puncak baru harga emas pada tahun 2024 dan jika harga mencapai level US$ 2.650,” tambah Norman.

Data ekonomi lain yang akan dirilis minggu ini mencakup Indeks Harga Produsen AS dan klaim pengangguran awal. Sejauh tahun ini, harga emas batangan telah naik lebih dari 22% dan mencatatkan rekor tertinggi berturut-turut, didorong oleh optimisme seputar pemangkasan suku bunga, gejolak geopolitik, dan permintaan yang kuat dari bank sentral.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *