0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Harga perak kembali mencatat penguatan tajam dengan kenaikan hampir 4% hingga diperdagangkan di atas level US$80,5 per ons. Penguatan ini memperpanjang fase rebound setelah sebelumnya pasar perak mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Kenaikan tersebut menunjukkan minat beli investor mulai kembali meningkat di tengah sensitifnya pasar terhadap perkembangan geopolitik dan data ekonomi Amerika Serikat.

Sentimen utama yang mendorong kenaikan perak datang dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat terkait negosiasi nuklir, Iran memberikan respons keras dengan memperingatkan kemungkinan balasan apabila terjadi aksi militer. Situasi tersebut kembali memicu peningkatan permintaan aset safe haven, termasuk logam mulia seperti perak. Simak berita ekonomi dan perkembangan market global lainnya melalui Newsmaker Indonesia.

Selain faktor geopolitik, pasar juga sedang mencermati arah kebijakan Federal Reserve yang dinilai masih belum pasti. Data pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV tercatat hanya sekitar 1,4%, mengindikasikan perlambatan ekonomi. Namun di sisi lain, data Core PCE yang masih berada di sekitar 3% menunjukkan tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Kombinasi ini membuat pelaku pasar kesulitan memprediksi langkah suku bunga The Fed berikutnya.

Risalah rapat FOMC juga memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di internal Federal Reserve terkait arah kebijakan moneter ke depan. Sementara itu, data klaim pengangguran AS yang tetap rendah menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja masih cukup kuat. Situasi growth yang melambat tetapi inflasi yang tetap tinggi membuat pergerakan imbal hasil riil AS menjadi semakin kompleks dan berdampak langsung terhadap pasar logam mulia. Untuk update market harian dan edukasi trading lainnya, kunjungi juga Instagram Equityworld Praxis Official.

Dari sisi perdagangan global, likuiditas pasar Asia sebelumnya sempat berkurang akibat libur Tahun Baru Imlek. Namun ketika aktivitas pasar mulai kembali normal, peningkatan partisipasi investor turut membantu memperkuat momentum kenaikan harga perak. Aktivitas pembelian kembali di pasar berjangka juga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penguatan harga.

Ke depan, perak dinilai mulai memasuki fase pergerakan yang lebih stabil dengan tetap didukung dua faktor utama, yaitu perannya sebagai aset safe haven saat ketidakpastian global meningkat dan sebagai logam industri yang penting bagi sektor manufaktur serta teknologi. Kondisi tersebut membuat prospek perak masih cukup menarik untuk terus dicermati investor.

Bagi Anda yang ingin mempelajari peluang trading logam mulia lebih lanjut, silakan kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya dan coba pengalaman simulasi trading melalui Demo Trading EWF.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *