Harga emas mencatat kenaikan pada perdagangan Jumat setelah dolar Amerika Serikat melemah menyusul keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian besar tarif global yang sebelumnya diterapkan Presiden Donald Trump. Pelaku pasar mulai menghitung ulang dampak kebijakan perdagangan AS terhadap ekonomi global dan arah kebijakan moneter ke depan, sehingga mendorong minat terhadap aset safe haven seperti emas.
Mahkamah Agung menilai Trump telah melampaui kewenangannya dengan menggunakan undang-undang darurat federal untuk menerapkan tarif impor secara luas. Putusan tersebut memunculkan spekulasi bahwa pemerintah AS berpotensi menghadapi tekanan fiskal lebih besar jika harus mengembalikan bea impor yang telah dibayarkan para importir. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan peluang kebijakan suku bunga rendah tetap dipertahankan, sebuah faktor yang selama ini mendukung pergerakan harga emas.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk investasi dan layanan trading, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi transaksi melalui Demo Account Trading EWF untuk merasakan pengalaman trading secara langsung.
Pelemahan dolar AS hingga 0,3% turut menjadi katalis penguatan emas. Karena emas diperdagangkan menggunakan dolar, pelemahan mata uang AS membuat logam mulia tersebut menjadi lebih menarik bagi investor global. Di sisi lain, pasar juga mulai memperhatikan potensi proses hukum berkepanjangan terkait kebijakan tarif tersebut yang diperkirakan akan memicu ketidakpastian baru di pasar keuangan internasional.
Presiden Trump sendiri menyatakan akan tetap mencari alternatif kebijakan tarif lain, termasuk penerapan tarif global sebesar 10% berdasarkan aturan perdagangan tertentu. Pernyataan tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi ketegangan dagang baru. Selain isu perdagangan, kondisi geopolitik juga terus menjadi perhatian utama investor setelah Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah dan memberikan tekanan terhadap Iran terkait program nuklirnya.
Ikuti update berita pasar, analisis, dan informasi finansial terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Berbagai berita ekonomi dan market update lainnya juga dapat dibaca melalui Newsmaker.id.
Di tengah volatilitas yang meningkat, sejumlah bank besar dunia seperti Goldman Sachs Group dan BNP Paribas tetap memproyeksikan tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut. Permintaan dari bank sentral dunia dinilai masih kuat sebagai langkah lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Pada penutupan perdagangan di New York, harga emas spot tercatat naik 1,7% menjadi US$5.085,07 per ons, sementara logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga ikut menguat.
