Harga emas kembali bergerak naik pada perdagangan Jumat (20/2) setelah dolar Amerika Serikat melemah menyusul keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian besar tarif global yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Keputusan tersebut memicu ketidakpastian baru di pasar keuangan dan meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.
Mahkamah Agung AS menilai Presiden Donald Trump telah melampaui kewenangannya dengan menggunakan undang-undang darurat federal untuk menerapkan tarif timbal balik secara luas terhadap berbagai negara. Putusan ini berpotensi membatalkan sebagian besar kebijakan tarif pada masa jabatan keduanya dan membuka kemungkinan pemerintah AS harus mengembalikan sejumlah bea impor yang sebelumnya telah dibayarkan pelaku usaha. Ikuti berita market dan perkembangan ekonomi global terbaru melalui Newsmaker Indonesia.
Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penguatan harga emas. Indeks dolar tercatat turun sekitar 0,3%, sementara harga emas spot melonjak hingga 1,7% ke level sekitar US$5.085 per ons. Kondisi suku bunga rendah yang berpotensi dipertahankan lebih lama juga dinilai menjadi sentimen positif bagi logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga.
Kepala strategi komoditas global, Bart Melek, menilai putusan tersebut dapat memberikan tekanan terhadap anggaran pemerintah AS dan meningkatkan spekulasi bahwa kebijakan moneter mungkin perlu digunakan untuk membantu pembiayaan fiskal. Sementara itu, Ben McMillan menyebut keputusan Mahkamah Agung berpotensi memicu proses hukum panjang karena rincian pengembalian tarif masih belum jelas dan kemungkinan akan melibatkan banyak gugatan baru.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tetap akan mencari alternatif kebijakan tarif lainnya. Trump bahkan menyatakan masih mempertahankan beberapa tarif berbasis keamanan nasional serta mempertimbangkan penerapan tarif global baru sebesar 10%. Pernyataan tersebut membuat pasar tetap berhati-hati terhadap potensi ketidakpastian perdagangan global ke depan. Untuk memperoleh update market harian dan edukasi trading lainnya, kunjungi juga Instagram Equityworld Praxis Official.
Selain isu perdagangan, faktor geopolitik juga terus menopang harga emas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Washington memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. Trump disebut memberikan batas waktu sekitar 10 hingga 15 hari kepada Iran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Situasi ini semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset perlindungan di tengah risiko global yang meningkat.
Sejumlah institusi keuangan besar seperti BNP Paribas dan Goldman Sachs juga memperkirakan tren kenaikan emas masih berlanjut dalam jangka panjang. Bank sentral dunia dinilai tetap aktif menambah cadangan emas sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
Selain emas, logam mulia lainnya juga bergerak menguat. Harga perak melonjak hampir 7%, sementara platinum dan paladium turut mencatat kenaikan signifikan. Bagi Anda yang ingin mempelajari peluang trading emas dan komoditas lainnya, silakan kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya dan coba simulasi trading melalui Demo Trading EWF.
