0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

Harga perak mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Jumat (20/2) dan bergerak mendekati level US$85 per ons. Penguatan ini dipicu pelemahan dolar Amerika Serikat setelah keputusan Mahkamah Agung AS yang menolak sebagian kebijakan tarif global Presiden Donald Trump. Kondisi tersebut meningkatkan minat investor terhadap logam mulia sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.

Selain faktor perlindungan risiko, perak juga memperoleh dukungan dari sisi permintaan industri yang masih kuat. Dibanding emas, perak dikenal memiliki volatilitas lebih tinggi sehingga respons pergerakannya cenderung lebih agresif ketika sentimen pasar berubah positif. Simak perkembangan market dan berita ekonomi global terbaru melalui Newsmaker Indonesia.

Tekanan terhadap dolar AS muncul setelah putusan Mahkamah Agung menciptakan ketidakpastian baru terkait arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Di saat yang sama, meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran kembali menghidupkan premi risiko di pasar global. Situasi ini mendorong investor mencari aset lindung nilai, termasuk perak yang saat ini kembali menjadi perhatian pasar.

Dari sisi ekonomi, pelaku pasar juga sedang mencermati kombinasi data Amerika Serikat yang menunjukkan sinyal beragam. Pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV tercatat melemah ke sekitar 1,4%, namun inflasi inti masih bertahan di kisaran 3%. Kondisi tersebut membuat arah kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi semakin sulit diprediksi, terlebih risalah FOMC menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal bank sentral AS. Untuk memperoleh update market harian dan edukasi trading lainnya, kunjungi juga Instagram Equityworld Praxis Official.

Aktivitas perdagangan sebelumnya sempat melambat akibat libur Tahun Baru Imlek di Asia, terutama setelah tingginya aksi spekulatif dalam beberapa pekan terakhir. Namun, ketika pasar Asia mulai kembali aktif, peningkatan partisipasi investor turut membantu memperkuat momentum rebound harga perak.

Secara teknikal, perak kini mulai membangun pijakan yang lebih stabil di atas area US$80 per ons. Selain berfungsi sebagai aset safe haven saat kondisi pasar bergejolak, perak juga mendapat dukungan dari kebutuhan industri, termasuk sektor energi surya dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang.

Dengan kombinasi ketidakpastian kebijakan global, perlambatan ekonomi, dan tensi geopolitik yang belum mereda, harga perak berpotensi mencatat kenaikan mingguan yang cukup kuat. Investor kini akan terus memantau arah dolar AS, perkembangan inflasi, dan dinamika geopolitik sebagai faktor utama yang dapat menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.

Bagi Anda yang ingin mempelajari peluang trading logam mulia lebih lanjut, silakan kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya dan coba simulasi trading melalui Demo Trading EWF.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *