0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Harga emas kembali bergerak melemah pada perdagangan awal Rabu (25/2), melanjutkan koreksi dari sesi sebelumnya setelah pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap peluang pemangkasan suku bunga Amerika Serikat dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset safe haven non-yielding sedikit berkurang di tengah penguatan dolar AS dan sikap hati-hati bank sentral AS.

Emas batangan diperdagangkan di kisaran US$5.130 per ons setelah sebelumnya anjlok sekitar 1,6% pada perdagangan Selasa, sekaligus mengakhiri reli empat hari berturut-turut. Pelemahan tersebut dipicu pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of Boston, Susan Collins, yang menyebut suku bunga kemungkinan masih akan dipertahankan pada level saat ini untuk beberapa waktu ke depan. Pernyataan itu muncul setelah data terbaru menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS kembali menguat.

Risalah rapat kebijakan Federal Reserve pada Januari juga memperlihatkan para pejabat bank sentral masih cenderung berhati-hati untuk melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut. Dalam situasi suku bunga tinggi, emas biasanya menghadapi tekanan karena tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga investor lebih memilih instrumen berbunga seperti obligasi dan deposito dolar AS.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading komoditas global, Anda dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Bagi yang ingin mencoba simulasi transaksi secara langsung, tersedia juga fasilitas Demo Account Trading EWF yang dapat digunakan untuk mempelajari pergerakan pasar dan fitur trading.

Pada pukul 07.27 waktu Singapura, harga emas tercatat turun sekitar 0,3% menjadi US$5.131 per ons. Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga ikut tertekan. Harga perak turun 0,4% ke level US$86,80 per ons, sementara platinum dan paladium juga bergerak di zona merah. Di sisi lain, penguatan tipis indeks dolar Bloomberg turut memberikan tekanan tambahan bagi pasar logam mulia karena membuat harga komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi investor global.

Meski mengalami koreksi jangka pendek, pasar masih terus mencermati perkembangan kebijakan moneter AS, data ekonomi terbaru, dan tensi geopolitik global yang berpotensi kembali meningkatkan permintaan safe haven sewaktu-waktu. Investor juga menunggu sinyal lanjutan dari pejabat The Fed mengenai arah suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Ikuti berbagai update market, edukasi trading, dan informasi ekonomi terkini melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Berita finansial dan analisis pasar lainnya juga dapat dibaca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *