Harga perak mencatat kenaikan tajam pada perdagangan Rabu (25/2) di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian perdagangan global dan meningkatnya risiko geopolitik. Investor kembali memburu logam mulia sebagai instrumen lindung nilai setelah volatilitas pasar global kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Perak atau XAG/USD diperdagangkan di kisaran US$90,70 per ons, naik sekitar 3,9% dalam sehari. Penguatan ini didorong kombinasi sentimen geopolitik, ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat, serta ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Dari sisi perdagangan global, pasar masih dibayangi kebijakan tarif Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor global sebesar 10% terhadap sejumlah mitra dagang utama. Langkah tersebut muncul di tengah ketidakpastian hukum pasca putusan Mahkamah Agung AS terkait penggunaan kewenangan darurat dalam kebijakan tarif sebelumnya. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi meluasnya kebijakan proteksionisme yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi dunia.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading komoditas global, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami pergerakan market dan fitur transaksi secara real-time.
Faktor geopolitik juga menjadi perhatian besar investor. Pasar menanti hasil pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Kamis. Meskipun kedua pihak masih mengedepankan jalur diplomasi, pelaku pasar tetap mewaspadai kemungkinan kegagalan negosiasi yang dapat meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Situasi ini membuat premi risiko geopolitik tetap tinggi dan mendukung penguatan harga logam mulia, termasuk perak.
Selain itu, prospek kebijakan moneter Federal Reserve turut memperkuat sentimen positif bagi perak. Sejumlah pejabat The Fed masih menilai inflasi belum sepenuhnya terkendali sehingga kebijakan pelonggaran moneter kemungkinan dilakukan secara bertahap. Namun pasar tetap memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, yang membatasi penguatan dolar AS dan membantu menopang harga logam mulia.
Kondisi dolar yang relatif lebih lemah serta penurunan imbal hasil obligasi AS membuat aset safe haven seperti perak menjadi lebih menarik di mata investor global. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, permintaan terhadap logam mulia diperkirakan masih akan tetap kuat dalam jangka pendek.
Ikuti update market, analisis harian, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat diakses melalui Newsmaker.id.
