Harga emas bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis (26/2) setelah putaran ketiga pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran berakhir di Jenewa, Swiss. Meski muncul sinyal kemajuan diplomatik dari kedua pihak, pasar masih dibayangi ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat yang membuat permintaan terhadap aset safe haven tetap bertahan kuat.
Pada perdagangan terakhir, harga spot gold tercatat naik sekitar 0,6% ke level US$5.196,23 per ons. Sementara itu, kontrak gold futures AS justru turun sekitar 0,3% menjadi US$5.212,64 per ons. Perbedaan arah pergerakan ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati dalam menimbang kombinasi sentimen geopolitik, risiko perdagangan global, serta ekspektasi arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Investor terus memantau perkembangan diplomatik setelah pejabat AS dan Iran menutup putaran ketiga diskusi terkait program nuklir Teheran. Oman yang bertindak sebagai mediator menyebut pembicaraan menghasilkan “kemajuan signifikan” dan diperkirakan akan kembali dilanjutkan setelah proses konsultasi di masing-masing negara selesai dilakukan. Meski demikian, pasar tetap menilai potensi kebuntuan atau meningkatnya tensi geopolitik dapat sewaktu-waktu kembali meningkatkan minat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.
Selain faktor geopolitik, investor juga masih memperhitungkan dampak kebijakan tarif Amerika Serikat setelah putusan Mahkamah Agung yang mengubah dasar hukum sejumlah kebijakan perdagangan sebelumnya. Pemerintah AS diketahui tetap memberlakukan tarif global baru hingga 15%, yang menambah ketidakpastian terhadap prospek perdagangan internasional dan menjadi salah satu faktor penopang harga emas.
Dari sisi data ekonomi, klaim pengangguran awal atau initial jobless claims di AS naik tipis sebanyak 4.000 menjadi 212.000 untuk pekan yang berakhir pada 21 Februari. Meski kenaikan tersebut belum cukup mengubah gambaran besar kondisi ekonomi AS, data tenaga kerja tetap menjadi perhatian penting bagi pasar dalam membaca arah kebijakan Federal Reserve ke depan.
Sejumlah lembaga keuangan global masih mempertahankan pandangan positif terhadap emas. ING Group menilai harga emas telah berhasil memulihkan lebih dari separuh koreksi tajam yang terjadi pada akhir bulan lalu. Menurut ING, risiko geopolitik—terutama yang berkaitan dengan Iran—masih menjadi faktor utama yang berpotensi mendorong kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id
