0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Harga minyak bergerak relatif stabil setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat melanjutkan pembicaraan nuklir pada pekan depan menyusul pertemuan yang berlangsung di Jenewa pada Kamis. Meski jalur diplomasi masih terbuka, pelaku pasar tetap berhati-hati karena meningkatnya pengerahan militer AS di Timur Tengah membuat premi risiko geopolitik masih bertahan pada harga minyak global.

Minyak WTI diperdagangkan di kisaran US$65 per barel setelah ditutup hampir tidak berubah pada sesi sebelumnya, sementara Brent bertahan di bawah level US$71 per barel. Pemerintah Iran menyebut pembicaraan terbaru menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Namun demikian, sejumlah sumber yang mengetahui posisi delegasi Amerika Serikat mengatakan pihak AS meninggalkan pertemuan dengan nada yang belum sepenuhnya puas. Kedua negara dijadwalkan kembali melanjutkan negosiasi di Wina dalam waktu dekat.

Pasar energi saat ini masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden Donald Trump diketahui memerintahkan pengerahan militer terbesar AS di kawasan tersebut sejak Perang Teluk kedua pada tahun 2003. Trump juga kembali memperingatkan kemungkinan opsi militer apabila kesepakatan nuklir dengan Iran gagal tercapai, meskipun di sisi lain ia tetap menyatakan preferensinya terhadap solusi diplomatik.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading komoditas energi global, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan pergerakan harga minyak secara real-time.

Risiko eskalasi konflik menjadi alasan utama mengapa pasar belum sepenuhnya melepas posisi lindung nilai atau hedging. Pelaku pasar masih khawatir potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah dapat terjadi sewaktu-waktu apabila tensi geopolitik meningkat, terutama terkait distribusi energi melalui Strait of Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia.

Pada perdagangan Asia, minyak WTI untuk pengiriman April tercatat stabil di sekitar US$65,29 per barel pada pukul 07:33 waktu Singapura. Sementara itu, minyak Brent kontrak April yang akan berakhir pada Jumat ditutup sedikit berubah di level US$70,75 per barel pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan yang cenderung terbatas menunjukkan investor masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari hasil negosiasi AS–Iran dan arah kebijakan energi global ke depan.

Selain faktor geopolitik, pasar juga mulai memperhatikan potensi perubahan suplai global dari aliansi OPEC+ serta dampak kebijakan perdagangan AS terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dan permintaan energi. Kombinasi faktor-faktor tersebut diperkirakan masih akan menjaga volatilitas harga minyak dalam jangka pendek.

Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *