Harga emas melonjak tajam pada perdagangan Jumat (27/2) dan sempat menembus area US$5.260 per ons. Kenaikan ini terjadi ketika pelaku pasar kembali masuk ke mode defensif setelah kombinasi data inflasi produsen Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan serta meningkatnya kecemasan geopolitik di Timur Tengah memicu arus pembelian aset safe haven.
Penguatan XAU/USD membuat harga emas mencatat level tertinggi dalam sekitar satu bulan terakhir. Investor memilih meningkatkan kepemilikan logam mulia sebagai langkah perlindungan portofolio di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama setelah pasar menilai tekanan inflasi di AS masih cukup kuat dan berpotensi membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Dari sisi geopolitik, pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa berakhir tanpa tercapainya kesepakatan final. Meski mediator dari Oman menyebut terdapat kemajuan dan diskusi teknis akan kembali dilanjutkan pekan depan di Wina, pasar tetap melihat situasi sebagai sesuatu yang rapuh. Pemerintah AS juga masih menegaskan bahwa opsi tekanan terhadap Iran, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer, tetap berada di atas meja apabila negosiasi gagal mencapai hasil yang diharapkan.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.
Sentimen safe haven semakin menguat setelah muncul laporan bahwa Kedutaan Besar AS di Yerusalem memberikan izin keberangkatan atau authorized departure bagi staf non-esensial beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Israel. Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya ketegangan regional dan langsung memicu reaksi cepat di pasar logam mulia, khususnya emas dan perak.
Selain faktor geopolitik, reli emas juga mendapat dukungan dari penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Investor mulai mengkhawatirkan bahwa tekanan harga atau inflasi dapat bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Kondisi ini membuat pasar semakin mencari instrumen lindung nilai untuk menghadapi risiko ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Pelaku pasar kini terus memantau perkembangan lanjutan pembicaraan ASβIran serta arah kebijakan moneter Federal Reserve. Selama risiko geopolitik dan kekhawatiran inflasi masih tinggi, emas diperkirakan tetap menjadi salah satu aset favorit investor global sebagai pelindung nilai terhadap volatilitas pasar.
Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.
