0 0
Read Time:1 Minute, 59 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Timur Tengah Memanas, BI Pastikan Rupiah Terjaga Sesuai Fundamental yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan pertama nya di pekan ini, Senin (dua/tiga/2026) Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 09.00 WIB terpantau sedang berada di zona hijau dengan penguatan sebesar nol,22% atau naik ke level 97,821. Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..

Setelah di perdagangan terakhir, Jumat (27/dua/2026) rupiah mengakhiri perdagangan dengan pelemahan nol,06% di level nominal Rp16 .760/US$..

Seiring respon pasar terhadap memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah usai serangan Israel. Selain itu, AS ke Iran pada akhir pekan lalu..

Dengan tujuan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan tingkat suku acuan., dilakukan Dia pun melengkapi pernyataan BI, ditambah lagi dengan akan terus mengoptimalkan kebijakan.

Dalam perkembangannya, pasca serangan Amerika Serikat (AS). Selain itu, Israel ke Iran, hingga berlanjut ke serangan balasan Iran ke negara sekitar., kemudian Jakarta, EWF Praxis – Bank Nusantara (BI) buka suara terkait dengan konflik Timur Tengah yang memanas.

Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter. Selain itu, Aset Sekuritas (DPMA), menegaskan sejalan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan AS ke Iran yang mendorong sentimen risk off di pasar keuangan global, BI akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya..

Sebagaimana diberitakan, merujuk data Refinitiv, rupiah Garuda terdepresiasi ke level sebesar Rp16 .810/US$ atau melemah sebesar nol,30%.

Disebutkan dalam keterangan, “Bank Nusantara akan tetap hadir di pasar melalui intervensi baik transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot. Selain itu, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik,” tegas Erwin dalam pernyataan resminya, Senin (dua/tiga/2026). Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..

Perkembangan terkait Timur Tengah Memanas, BI Pastikan Rupiah Terjaga Sesuai Fundamental akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *