0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Harga emas menguat signifikan pada perdagangan Senin (2/3) seiring meningkatnya permintaan aset safe haven setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran terhadap potensi perang regional yang lebih luas. Sentimen pasar global berubah menjadi lebih defensif setelah muncul laporan mengenai operasi militer besar yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran.

Pada perdagangan sore waktu Amerika Serikat, harga spot gold tercatat naik sekitar 1% ke level US$5.330,31 per ons setelah sebelumnya sempat menyentuh US$5.419,32 per ons, level tertinggi sejak akhir Januari. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat sekitar 1,9% menjadi US$5.345,80 per ons. Kenaikan ini menunjukkan kuatnya arus masuk investor ke instrumen lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Penguatan emas dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah. Laporan mengenai tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, semakin meningkatkan ketegangan geopolitik dan memicu spekulasi mengenai kemungkinan respons militer lanjutan dari Iran maupun sekutunya di kawasan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.

Pasar juga menyoroti potensi gangguan distribusi energi global melalui Strait of Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu pusat utama pengiriman minyak dunia. Risiko gangguan suplai energi ini turut memicu lonjakan harga minyak dan memperburuk sentimen risk-off di pasar keuangan global.

Situasi geopolitik tersebut memicu pola klasik risk-off, di mana pasar saham mengalami tekanan sementara harga emas dan minyak bergerak naik tajam. Investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat drastis.

ING Group menilai bahwa apabila konflik terus meluas atau mengganggu distribusi energi dunia, harga emas masih memiliki ruang penguatan lebih lanjut. Kenaikan harga minyak dinilai dapat memicu tekanan inflasi yang lebih tinggi sekaligus menjaga real yield tetap rendah, kondisi yang biasanya mendukung kenaikan harga emas.

Sementara itu, Pepperstone menilai pasar saat ini menghadapi rentang risiko yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Ketidakpastian tersebut membuat banyak investor memilih strategi defensif dengan mengurangi eksposur risiko sambil menunggu arah perkembangan geopolitik berikutnya.

Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *