Harga perak (XAG/USD) bergerak melemah ke kisaran US$89,25 pada perdagangan awal Asia hari Selasa setelah sebelumnya mengalami pergerakan yang cukup volatil. Tekanan utama datang dari penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat komoditas berbasis dolar, termasuk perak, menjadi relatif lebih mahal bagi investor dan pembeli dari luar negeri.
Penguatan dolar AS terjadi setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kondisi manufaktur yang lebih kuat dari perkiraan pasar. Data ISM Manufacturing PMI tercatat berada di level 52,4, yang masih menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur. Angka tersebut memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih cukup solid meski tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Ekspektasi suku bunga yang bertahan tinggi biasanya menjadi faktor negatif bagi logam mulia karena meningkatkan daya tarik instrumen berbunga serta memperkuat nilai dolar AS.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.
Dari sisi geopolitik, pasar juga masih dibayangi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah rangkaian serangan dan ancaman balasan memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas ke kawasan yang lebih besar. Situasi ini sebenarnya berpotensi mendukung aset safe haven seperti emas dan perak, namun dorongan tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi dominasi penguatan dolar AS dalam jangka pendek.
Selain itu, kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik juga menambah kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global. Investor menilai kondisi tersebut dapat membuat bank sentral AS tetap berhati-hati dalam mengambil langkah pelonggaran kebijakan moneter, sehingga sentimen terhadap logam mulia menjadi lebih terbatas.
Pelaku pasar kini menunggu serangkaian pernyataan dari sejumlah pejabat The Fed, termasuk John Williams, Jeff Schmid, dan Neel Kashkari. Komentar mereka diperkirakan akan memengaruhi arah ekspektasi suku bunga dan pergerakan dolar AS dalam beberapa sesi ke depan.
Apabila pernyataan para pejabat The Fed cenderung bernada hawkish, dolar AS berpotensi mempertahankan penguatannya dan membatasi ruang pemulihan harga perak dalam jangka pendek. Sebaliknya, jika muncul sinyal pelonggaran kebijakan moneter, logam mulia dapat kembali memperoleh dukungan dari pasar.
Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.
