0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

Harga emas ditutup melemah pada perdagangan Kamis (5/3) setelah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat mengalahkan dorongan safe haven dari meningkatnya konflik Iran di Timur Tengah. Meski sempat menguat di awal sesi, tekanan dari faktor makroekonomi membuat harga emas berbalik turun menjelang penutupan perdagangan.

Spot gold tercatat turun sekitar 1,2% dan ditutup di level US$5.076,59 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh puncak intraday di sekitar US$5.194,59 sebelum akhirnya terkoreksi. Sementara itu, kontrak gold futures AS juga melemah sekitar 1,1% ke posisi US$5.078,70 per ons.

Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi Treasury. Dalam kondisi imbal hasil obligasi meningkat, daya tarik emas sebagai aset non-yielding menjadi relatif berkurang karena investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan return bunga lebih tinggi.

Pasar juga semakin khawatir terhadap dampak inflasi energi akibat perang di Timur Tengah. Lonjakan harga minyak dunia dinilai berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan rantai pasok global, sehingga memperbesar risiko inflasi bertahan lebih lama. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.

Selain itu, penguatan dolar AS turut memberikan tekanan tambahan terhadap emas karena logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar. Pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk laporan ketenagakerjaan, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Meski mengalami pelemahan, permintaan safe haven terhadap emas sebenarnya belum sepenuhnya hilang. Ketidakpastian geopolitik terkait konflik Iran dan keamanan jalur distribusi energi global, khususnya di Strait of Hormuz, masih menjadi faktor pendukung harga emas dalam jangka menengah.

Pelaku pasar menilai pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh headline geopolitik dan perubahan ekspektasi suku bunga. Jika konflik semakin memanas atau terjadi gangguan pasokan energi yang lebih serius, permintaan safe haven diperkirakan dapat kembali mengangkat harga emas secara cepat. Sebaliknya, sinyal meredanya ketegangan dan penguatan dolar AS berpotensi menahan kenaikan logam mulia tersebut.

Di tengah volatilitas pasar global yang tinggi, investor cenderung tetap berhati-hati dalam menentukan posisi. Kombinasi risiko geopolitik, arah kebijakan moneter, serta pergerakan harga energi diperkirakan masih akan menjadi penentu utama arah emas dalam beberapa sesi mendatang.

Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *