Harga perak (XAG/USD) bergerak naik dan bertahan di sekitar level US$82,20 pada sesi awal perdagangan Asia Jumat. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven akibat konflik ASβIsrael melawan Iran yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang menopang harga logam mulia. Pasar terus memantau perkembangan konflik di kawasan Teluk setelah muncul laporan serangan rudal dan drone terbaru di sejumlah titik strategis. Situasi tersebut memperkuat kekhawatiran investor bahwa jalur menuju de-eskalasi konflik masih belum jelas dalam waktu dekat.
Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali meningkatkan posisi lindung nilai melalui aset safe haven seperti perak dan emas. Selain faktor geopolitik, kekhawatiran terhadap potensi gangguan distribusi energi global juga turut menjaga sentimen defensif di pasar keuangan dunia.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.
Meski demikian, ruang penguatan perak masih dibatasi oleh pergerakan dolar AS. Dalam beberapa sesi terakhir, pasar mulai memperhitungkan risiko kenaikan inflasi akibat lonjakan harga energi. Kondisi tersebut dapat membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang pada akhirnya berpotensi mendukung penguatan dolar AS.
Penguatan dolar biasanya menjadi tekanan bagi logam mulia karena membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi investor global. Oleh sebab itu, pergerakan perak saat ini berada dalam tarik-menarik antara sentimen safe haven dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.
Fokus utama pasar berikutnya tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payrolls (NFP) Februari yang dijadwalkan diumumkan Jumat malam. Sejumlah proyeksi memperkirakan tambahan tenaga kerja berada di kisaran 59.000 dengan tingkat pengangguran tetap di level 4,3%.
Jika data ketenagakerjaan keluar lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpotensi kembali menguat dan menekan laju kenaikan perak. Sebaliknya, apabila data menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dapat meningkat dan memberi ruang bagi perak untuk melanjutkan rebound.
Dalam jangka pendek, arah pergerakan perak diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah dan hasil data tenaga kerja Amerika Serikat. Selama ketidakpastian global masih tinggi, minat terhadap aset safe haven diperkirakan tetap bertahan meski volatilitas pasar kemungkinan masih akan besar.
Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.
