0 0
Read Time:2 Minute, 16 Second

Harga emas menguat pada perdagangan Jumat (6/3) setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan kembali memunculkan harapan bahwa Federal Reserve dapat memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Meski demikian, emas masih berada di jalur penurunan mingguan pertamanya dalam lima pekan terakhir akibat penguatan dolar AS yang terus membatasi ruang kenaikan harga.

Pada perdagangan terbaru, harga spot gold naik sekitar 1,5% ke level US$5.158,74 per ons. Namun secara mingguan, emas masih tercatat turun sekitar 2,2%. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup menguat sekitar 1,6% di posisi US$5.158,70 per ons.

Pelaku pasar merespons data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan pelemahan signifikan di sektor tenaga kerja. Laporan terbaru memperlihatkan nonfarm payrolls turun sekitar 92.000 pekerjaan pada bulan lalu, jauh berbeda dibanding ekspektasi ekonom yang sebelumnya memperkirakan kenaikan sekitar 59.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran juga meningkat menjadi 4,4%.

Menurut trader logam independen Tai Wong, kombinasi penurunan tenaga kerja dan kenaikan upah memunculkan kekhawatiran terhadap potensi stagflasi di ekonomi AS. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi faktor pendukung bagi emas karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan perlambatan ekonomi di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.

Meski mendapat dorongan dari data ekonomi yang lemah, penguatan dolar AS masih menjadi faktor penahan utama bagi pergerakan emas. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global yang menggunakan mata uang selain dolar, sehingga membatasi minat beli jangka pendek.

Selain faktor ekonomi, sentimen geopolitik juga kembali mendukung permintaan safe haven. Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke Beirut usai mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran di wilayah pinggiran selatan ibu kota Lebanon. Langkah tersebut dipandang sebagai perluasan konflik regional yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Situasi geopolitik yang semakin memanas membuat investor tetap berhati-hati dan mempertahankan sebagian aset safe haven di tengah tingginya volatilitas pasar global. Perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan menjadi faktor penting yang memengaruhi arah emas dalam jangka pendek.

Pasar kini menantikan data ekonomi lanjutan dan komentar pejabat bank sentral AS untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Jika data ekonomi terus menunjukkan perlambatan, peluang pemangkasan suku bunga dapat kembali meningkat dan berpotensi menjadi katalis positif bagi harga emas.

Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *