0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

Harga perak menguat pada perdagangan Jumat (6/3) mengikuti pemulihan yang terjadi di pasar logam mulia lainnya. Meski demikian, perak masih berada di jalur penurunan mingguan yang cukup tajam karena investor global tetap cenderung memilih dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi global.

Pada perdagangan terbaru, XAG/USD diperdagangkan di sekitar level US$84,35 per ons atau naik sekitar 2,5% dibanding penutupan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan aset safe haven setelah konflik di Timur Tengah terus berkembang dan memicu volatilitas tinggi di pasar keuangan global.

Walaupun menguat pada sesi hari ini, performa mingguan perak masih negatif. Dalam lima hari terakhir, harga perak tercatat turun sekitar 10% dibanding akhir pekan sebelumnya. Tekanan tersebut dipicu kombinasi berbagai faktor, mulai dari eskalasi konflik geopolitik, lonjakan harga energi, hingga perpindahan arus dana investor menuju dolar AS sebagai aset lindung nilai utama.

Konflik antara AS–Israel dan Iran yang kini memasuki hari ketujuh terus menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi. Gangguan distribusi energi global akibat ketegangan di kawasan Teluk juga memperbesar kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi yang dapat bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.

Reuters juga mencatat bahwa logam mulia bergerak menguat pada Jumat akibat meningkatnya minat safe haven. Perak sendiri dilaporkan naik sekitar 2,4% pada sesi perdagangan hari itu, mengikuti penguatan emas dan beberapa aset defensif lainnya.

Namun di sisi lain, pasar masih memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Lonjakan harga energi dan sejumlah data ekonomi AS yang masih relatif solid membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali tertunda, kondisi yang biasanya menjadi hambatan bagi logam mulia karena mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS. Jika data tenaga kerja tetap kuat, pasar dapat kembali memperkuat narasi β€œhigher for longer” terkait suku bunga, yang berpotensi menekan harga perak dalam jangka pendek.

Meski begitu, selama ketidakpastian geopolitik dan risiko inflasi global masih tinggi, permintaan terhadap aset safe haven diperkirakan tetap bertahan. Pergerakan perak dalam beberapa sesi ke depan diprediksi masih akan sangat sensitif terhadap perkembangan konflik Timur Tengah, arah dolar AS, dan ekspektasi kebijakan suku bunga global.

Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *