0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

Harga emas bergerak menguat tipis pada perdagangan Jumat (13/3), tetapi masih berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut. Logam mulia diperdagangkan di kisaran US$5.100 per ons di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran inflasi global akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik Timur Tengah.

Sepanjang pekan ini, harga emas tercatat melemah sekitar 1,5%, menandai penurunan mingguan beruntun pertama sejak November. Pergerakan emas juga terlihat kurang agresif meskipun konflik AS–Israel dengan Iran terus berlangsung hampir dua pekan tanpa tanda penyelesaian yang jelas. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen safe haven belum sepenuhnya mampu mengangkat harga emas lebih tinggi.

Ikuti update market global, harga komoditas, dan edukasi trading terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta seluruh kanal resmi perusahaan di Linktree Equityworld Praxis.

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan serangan lanjutan menyusul sikap keras dari kepemimpinan baru Iran. Konflik yang berkepanjangan membuat pasar terus khawatir terhadap gangguan arus energi global dan kenaikan harga minyak yang bertahan di level tinggi.

Meski biasanya situasi geopolitik mendukung permintaan safe haven, analis menilai lonjakan harga energi justru memunculkan tekanan inflasi yang lebih besar. Kondisi tersebut membuat pasar mulai memperkirakan bank sentral global, termasuk Federal Reserve, kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau menunda pelonggaran kebijakan moneter.

Data ekonomi AS terbaru juga memperlihatkan belanja konsumen hanya tumbuh tipis pada Januari di tengah perlambatan ekonomi yang mulai terlihat. Di saat yang sama, sentimen konsumen AS turun ke level terendah dalam tiga bulan akibat kekhawatiran terhadap kenaikan harga bensin dan tekanan biaya hidup yang dipicu konflik energi global. Situasi ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat menjadi lebih kecil.

Walaupun mengalami tekanan dalam jangka pendek, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 18% sepanjang tahun berjalan dan tetap bertahan di atas level psikologis US$5.000 per ons. Sementara itu, logam mulia lain seperti perak, platinum, dan palladium juga mengalami pelemahan seiring penguatan indeks dolar AS yang kembali mendominasi sentimen pasar global.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi transaksi melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan pula berita ekonomi dan market update terbaru melalui Newsmaker Indonesia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *