0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Harga perak (XAG/USD) bergerak menguat dan bertahan di sekitar level US$82,20 pada sesi awal perdagangan Asia Jumat. Kenaikan ini didorong meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah konflik AS–Israel dengan Iran yang masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ketidakpastian geopolitik membuat investor tetap berhati-hati, terutama terhadap risiko gangguan energi dan potensi eskalasi konflik di kawasan Teluk.

Perkembangan terbaru di Timur Tengah masih menjadi sentimen utama penggerak pasar. Laporan terbaru menyebutkan kembali terjadinya serangan rudal dan drone di sejumlah wilayah strategis kawasan Teluk. Situasi tersebut memperkuat pandangan bahwa proses de-eskalasi masih sulit tercapai dalam waktu dekat sehingga pelaku pasar memilih meningkatkan lindung nilai melalui aset safe haven seperti perak dan logam mulia lainnya.

Ikuti update market global, analisa harian, dan edukasi trading terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta seluruh kanal resmi perusahaan di Linktree Equityworld Praxis.

Meski didukung sentimen perlindungan nilai, pergerakan perak juga menghadapi tekanan dari sisi makroekonomi, khususnya penguatan dolar AS. Pasar mulai memperhitungkan bahwa kenaikan harga energi akibat konflik dapat meningkatkan risiko inflasi global, yang berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut biasanya mendukung penguatan dolar dan menjadi tantangan bagi komoditas berbasis dolar seperti perak.

Fokus investor selanjutnya tertuju pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) Februari yang dijadwalkan rilis Jumat malam. Pasar memperkirakan penambahan tenaga kerja sekitar 59.000 dengan tingkat pengangguran berada di kisaran 4,3%. Jika data tenaga kerja lebih kuat dari ekspektasi, dolar AS berpotensi kembali menguat dan membatasi kenaikan harga perak. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat membuka ruang pelemahan dolar dan mendukung rebound lanjutan pada logam mulia.

Dalam jangka pendek, arah pergerakan perak diperkirakan masih sangat dipengaruhi dua faktor utama, yakni perkembangan konflik geopolitik dan hasil data NFP AS. Selama ketegangan Timur Tengah tetap tinggi, permintaan safe haven diperkirakan masih menopang harga perak. Namun volatilitas pasar tetap tinggi apabila dolar AS kembali reli setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan juga berita ekonomi dan market update terbaru lainnya di Newsmaker Indonesia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *