0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Harga emas (XAU/USD) bergerak dalam kisaran sempit pada perdagangan Selasa (17/3), ketika pelaku pasar memilih menahan posisi besar menjelang rangkaian keputusan kebijakan moneter dari sejumlah bank sentral utama dunia. Emas diperdagangkan di sekitar level US$5.020 per ons dan masih bertahan dekat area terendah dalam satu bulan terakhir.

Pergerakan emas yang cenderung terbatas terjadi di tengah pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi Treasury AS, yang sementara membantu menahan tekanan penurunan lebih lanjut. Namun, pasar masih berhati-hati karena fokus utama kini tertuju pada arah kebijakan moneter global di tengah risiko inflasi energi akibat konflik AS–Iran yang masih berlangsung.

Pantau update market global, analisa komoditas, dan edukasi trading terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta akses seluruh kanal resmi perusahaan di Linktree Equityworld Praxis.

Investor saat ini menanti keputusan dari sejumlah bank sentral besar seperti Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England, Bank of Japan, Bank of Canada, dan Swiss National Bank. Meski mayoritas suku bunga diperkirakan tetap dipertahankan, perhatian utama pasar berada pada proyeksi kebijakan dan komentar bank sentral terkait arah ekonomi ke depan.

Lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik membuat kekhawatiran inflasi kembali meningkat. Situasi ini memperkuat pandangan bahwa proses pelonggaran suku bunga global berpotensi tertunda lebih lama. Narasi β€œhigher for longer” tersebut menjadi tantangan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga cenderung kurang menarik ketika suku bunga bertahan tinggi.

Berdasarkan proyeksi pasar terbaru, peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed hingga akhir tahun kini hanya diperkirakan sekitar 25 basis poin, turun cukup jauh dibanding ekspektasi sebelumnya yang sempat berada di atas 50 basis poin. Data dari CME FedWatch juga menunjukkan bahwa peluang pemangkasan paling besar baru muncul pada September mendatang, sementara suku bunga diperkirakan tetap bertahan pada beberapa pertemuan sebelumnya.

Dalam jangka pendek, arah harga emas diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh sinyal bank sentral mengenai inflasi energi, kekuatan dolar AS, serta pergerakan yield riil obligasi pemerintah AS. Selama pasar masih menunggu kejelasan arah kebijakan moneter global, volatilitas emas diperkirakan tetap tinggi namun bergerak dalam rentang terbatas.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan pula berita ekonomi dan market update terbaru lainnya melalui Newsmaker Indonesia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *