0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Harga minyak dunia terkoreksi sekitar 3% pada perdagangan Senin (16/3) setelah sejumlah kapal tanker mulai kembali melintasi Selat Hormuz, jalur distribusi energi paling vital di dunia. Perkembangan ini memberi sedikit harapan bagi pasar bahwa arus pasokan minyak global perlahan mulai pulih meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung.

Pada penutupan perdagangan, minyak Brent turun sekitar 2,8% ke level US$100,21 per barel, sementara WTI melemah lebih tajam sekitar 5,3% menjadi US$93,50 per barel. Penurunan harga terjadi setelah reli besar dalam beberapa pekan terakhir yang dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Iran dan tersendatnya lalu lintas tanker di Selat Hormuz.

Ikuti perkembangan market global, analisa komoditas, dan update ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta seluruh kanal resmi perusahaan di Linktree Equityworld Praxis.

Analis menilai pelemahan WTI yang lebih dalam dibanding Brent dipengaruhi beberapa faktor tambahan, termasuk tingginya produksi minyak AS yang mendekati rekor, tambahan suplai impor dari Venezuela, hingga rencana pelepasan minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) Amerika Serikat. Selain itu, faktor teknikal menjelang berakhirnya kontrak front-month WTI April juga ikut menekan harga minyak AS.

Meski demikian, pasar masih menilai risiko pasokan global tetap tinggi. Konflik AS–Israel dengan Iran yang memasuki pekan ketiga membuat aktivitas tanker di kawasan Teluk belum sepenuhnya normal. Sebelumnya, lalu lintas di Selat Hormuz sempat nyaris berhenti total dan menyebabkan lonjakan harga minyak hingga hampir 40% sejak akhir Februari.

Di sisi kebijakan, Presiden AS Donald Trump kembali meminta dukungan internasional untuk membantu mengamankan Selat Hormuz. Namun sejumlah sekutu AS masih terlihat berhati-hati untuk memperluas operasi militer di kawasan tersebut. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas bahkan menyebut negara-negara Uni Eropa saat ini belum memiliki keinginan memperluas misi angkatan laut hingga ke wilayah Hormuz.

Selain itu, International Energy Agency (IEA) juga memberi sinyal kemungkinan penambahan pelepasan cadangan minyak strategis guna menekan lonjakan biaya energi global. Namun pasar masih menilai pemulihan penuh harga dan distribusi energi akan sangat bergantung pada normalisasi arus tanker di Selat Hormuz serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan pula berita ekonomi dan market update terbaru lainnya melalui Newsmaker Indonesia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *