0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (18/3) setelah ancaman Iran untuk memperluas serangan ke fasilitas energi di kawasan Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan global. Ketegangan perang AS–Israel melawan Iran yang terus memanas membuat pelaku pasar semakin fokus pada risiko keamanan energi dan jalur distribusi minyak dunia.

Pada penutupan perdagangan, minyak Brent melonjak sebesar US$5,14 dan ditutup di level US$108,56 per barel. Sementara itu, WTI juga menguat US$2,17 menjadi US$98,38 per barel. Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa pasar kembali mem-price-in risiko gangguan pasokan fisik akibat meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk.

Ikuti perkembangan market global, analisa komoditas, dan update ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta seluruh kanal resmi perusahaan di Linktree Equityworld Praxis.

Kekhawatiran pasar meningkat setelah muncul laporan mengenai ancaman dari Iran terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut berkembang setelah serangan terhadap aset gas Iran dan pernyataan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menyebut fasilitas energi regional dapat menjadi target balasan. Kondisi ini membuat pasar menilai risiko konflik tidak lagi hanya berdampak pada volatilitas finansial, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan minyak secara langsung.

Di sisi lain, pasar sebenarnya mendapat sentimen penahan dari data persediaan minyak AS. Laporan terbaru dari U.S. Energy Information Administration menunjukkan stok minyak mentah Amerika Serikat naik jauh di atas ekspektasi pasar. Dalam kondisi normal, kenaikan inventori biasanya menjadi faktor bearish bagi harga minyak karena mengindikasikan pasokan yang lebih longgar.

Namun dampak data tersebut tertutupi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan pergerakan spread harga antara Brent dan WTI. Pelebaran selisih harga kedua kontrak dipengaruhi oleh tingginya biaya logistik dan dinamika pengiriman global, yang membuat penguatan Brent lebih besar dibanding WTI.

Pasar kini terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama terkait potensi ancaman terhadap fasilitas energi dan jalur distribusi minyak utama dunia seperti Selat Hormuz. Selama risiko geopolitik masih tinggi dan ancaman terhadap pasokan belum mereda, volatilitas harga minyak diperkirakan tetap akan mendominasi perdagangan energi global.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan pula berita ekonomi dan market update terbaru lainnya melalui Newsmaker Indonesia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *