0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

Harga perak (XAG/USD) kembali melanjutkan pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Selasa (3/3). Dalam sesi Eropa pada pukul 08:49 GMT, perak diperdagangkan di kisaran US$86,2 per troy ounce atau turun sekitar 4%, di tengah tingginya volatilitas pasar akibat meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan geopolitik.

Tekanan utama terhadap perak datang dari penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak di area 4,06% hingga 4,07%, yang membuat biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti perak menjadi lebih tinggi. Kondisi ini mengurangi daya tarik logam mulia bagi investor, khususnya pembeli non-dolar AS.

Pantau update market global, analisa komoditas, dan edukasi trading terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta akses seluruh sosial media resmi perusahaan di Linktree Equityworld Praxis.

Dari sisi geopolitik, pasar masih dibayangi eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong investor beralih ke mode risk-off. Laporan terbaru menyebut adanya pembatasan kapal yang melintasi Selat Hormuz, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi dan logistik global. Situasi ini membuat pasar semakin sensitif terhadap setiap perkembangan terbaru dari kawasan Teluk.

Kondisi pasokan energi global yang tertekan juga memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi. Harga minyak yang tetap tinggi berpotensi mempertahankan tekanan harga dan memengaruhi arah kebijakan moneter global, khususnya dari Federal Reserve. Pasar mulai memperkirakan suku bunga dapat bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama apabila tekanan inflasi energi terus meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, perak menghadapi dua sentimen yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, meningkatnya risiko geopolitik mendukung permintaan aset safe haven. Namun di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi menjadi tekanan yang membatasi ruang pemulihan harga perak dalam jangka pendek.

Selama ketidakpastian geopolitik dan risiko inflasi masih mendominasi sentimen pasar, pergerakan perak diperkirakan tetap volatil. Investor kini akan terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah, arah dolar AS, serta sinyal kebijakan suku bunga global yang akan menjadi penentu arah harga logam mulia berikutnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan pula berita ekonomi dan market update terbaru lainnya melalui Newsmaker Indonesia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *