0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Harga emas kembali melanjutkan pelemahan dan mencatat penurunan selama tujuh sesi berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah. Konflik yang terus memanas mendorong harga minyak melonjak lebih tinggi dan memperbesar kekhawatiran inflasi global, sehingga pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Tekanan tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga merembet ke pasar perak. Harga perak sempat jatuh lebih dari 13% sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugiannya. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia saat ini lebih sensitif terhadap kombinasi lonjakan harga energi dan arah kebijakan suku bunga dibanding sekadar sentimen safe haven.

Ikuti update market global, analisa komoditas, dan edukasi trading terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta akses seluruh sosial media resmi perusahaan melalui Linktree Equityworld Praxis.

Harga emas bahkan sempat anjlok sekitar 6,6% dan menuju pelemahan terpanjang sejak tahun 2023. Setelah hampir tiga pekan perang Iran berlangsung, kenaikan harga minyak dan gas membuat pasar semakin khawatir terhadap inflasi yang berpotensi bertahan lebih lama. Hal tersebut menjadi hambatan besar bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil bunga seperti instrumen keuangan lainnya.

Kenaikan harga minyak kembali menjadi faktor dominan yang membebani pasar logam mulia. Minyak Brent melanjutkan penguatan setelah serangan menyasar fasilitas energi penting di kawasan Teluk. Di saat yang sama, Federal Reserve mempertahankan suku bunga dan hanya memproyeksikan satu kali pemangkasan tahun ini. Ketua The Fed Jerome Powell juga menegaskan bahwa keputusan pemangkasan suku bunga akan sangat bergantung pada kondisi inflasi yang lebih terkendali.

Gejolak pasar global turut memicu tekanan likuiditas. Pelemahan saham dan obligasi membuat sebagian investor menjual posisi logam mulia untuk meningkatkan kepemilikan kas. Selain itu, sebagian dana investasi juga mulai beralih ke aset yang dinilai lebih diuntungkan oleh kenaikan harga energi, terutama sektor minyak dan energi global.

Tekanan semakin terasa pada saham-saham perusahaan tambang emas. Saham produsen emas mengalami penurunan tajam dan ETF tambang emas terbesar dunia kehilangan seluruh penguatan yang sebelumnya tercatat sepanjang tahun ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak hanya terjadi pada bullion, tetapi juga pada seluruh rantai aset yang terkait dengan industri logam mulia.

Selain itu, emas juga terbebani oleh arus keluar dana dari ETF emas yang terus berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. ETF emas dikenal sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. Ketika pasar memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama, minat investor terhadap ETF emas cenderung melemah sehingga tekanan harga semakin besar.

Meski investor institusional mulai keluar dari pasar logam mulia, penurunan harga yang tajam justru memicu peningkatan pembelian fisik oleh investor ritel. Permintaan terhadap emas batangan dan koin dilaporkan meningkat setelah aksi jual besar di pasar. Namun secara keseluruhan, arah pergerakan emas saat ini masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik Timur Tengah serta lonjakan harga energi global.

Pada perdagangan terbaru, harga emas spot turun sekitar 4,3% ke level US$4.611 per ons, sementara perak melemah 5,3% ke kisaran US$71,40 per ons. Meski indeks dolar AS sempat melemah, tekanan dari kenaikan harga minyak dan perubahan ekspektasi suku bunga masih menjadi faktor utama yang membebani pasar logam mulia.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan pula berita ekonomi dan market update terbaru lainnya melalui Newsmaker Indonesia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *