0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Harga perak (XAG/USD) kembali melanjutkan pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Selasa (3/3). Dalam sesi Eropa pada pukul 08:49 GMT, perak bergerak di kisaran US$86,2 per troy ounce atau turun sekitar 4%, di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi akibat meningkatnya ketidakpastian global dan tensi geopolitik.

Tekanan utama terhadap harga perak datang dari penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Yield Treasury AS tenor 10 tahun tercatat berada di kisaran 4,06% hingga 4,07%, yang membuat opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti perak menjadi lebih besar. Kondisi ini mengurangi daya tarik logam mulia bagi investor, khususnya pembeli non-dolar AS.

Pantau perkembangan market global, analisa komoditas, dan update ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta akses seluruh sosial media resmi perusahaan di Linktree Equityworld Praxis.

Dari sisi geopolitik, pasar masih dibayangi eskalasi konflik di Timur Tengah yang membuat investor cenderung menghindari aset berisiko. Laporan terbaru menyebut kapal-kapal tidak diizinkan melintas di Selat Hormuz, sementara gangguan pelayaran di kawasan tersebut meningkatkan sensitivitas pasar terhadap ancaman distribusi energi dan logistik global.

Kondisi tersebut berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dan kembali memicu kekhawatiran inflasi global. Situasi ini turut memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dari Federal Reserve, di mana pasar mulai memperkirakan suku bunga dapat bertahan lebih tinggi lebih lama jika tekanan inflasi energi terus meningkat.

Dalam kondisi saat ini, pasar perak menghadapi dua sentimen yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, meningkatnya ketidakpastian geopolitik mendukung permintaan aset safe haven. Namun di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi menjadi hambatan utama yang membatasi ruang pemulihan harga perak dalam jangka pendek.

Pergerakan perak diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah, arah pergerakan dolar AS, dan perubahan ekspektasi suku bunga global. Selama risiko geopolitik dan inflasi tetap mendominasi sentimen pasar, volatilitas harga logam mulia diperkirakan akan tetap tinggi.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan pula berita ekonomi dan market update terbaru lainnya melalui Newsmaker Indonesia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *