Harga perak (XAG/USD) bergerak menguat pada perdagangan Senin (24/3) dan berhasil naik di atas level US$33,10 per troy ounce setelah sebelumnya mengalami tekanan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan ini didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global dan kekhawatiran perlambatan ekonomi Amerika Serikat.
Sentimen pasar global masih dibayangi konflik geopolitik yang belum mereda. Investor terus memantau upaya diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, sementara ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan udara Israel terhadap sebuah rumah sakit di Gaza pada hari Minggu yang dilaporkan menewaskan lima orang.
Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS juga menjadi pendorong utama kenaikan harga perak. Indeks dolar AS (DXY) menghentikan penguatan tiga hari beruntun dan bergerak melemah ke area 104,10. Dolar yang lebih lemah membuat harga perak menjadi lebih murah bagi pembeli luar AS sehingga mendukung permintaan logam mulia.
Ikuti update market global, analisa perak, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta akses seluruh kanal resmi perusahaan melalui Linktree Equityworld Praxis.
Pasar juga mulai khawatir bahwa kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Kekhawatiran tersebut memunculkan spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan kembali memangkas suku bunga untuk menjaga stabilitas ekonomi, yang biasanya menjadi sentimen positif bagi logam mulia seperti perak.
Meski demikian, ruang penguatan perak masih berpotensi terbatas. Federal Reserve tetap mempertahankan proyeksi dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini setelah mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%–4,50% pada pertemuan Maret. Sikap The Fed yang masih berhati-hati terhadap inflasi membuat pasar belum sepenuhnya yakin terhadap arah pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Di sisi lain, sentimen risiko global sempat membaik setelah Gedung Putih dikabarkan mempertimbangkan pelonggaran beberapa tarif industri menjelang implementasi kebijakan perdagangan baru pada 2 April. Selain itu, pembicaraan antara pejabat Ukraina dan AS di Riyadh juga memberi harapan terhadap potensi gencatan senjata dalam konflik Rusia-Ukraina.
Investor kini menanti data PMI Manufaktur Global S&P AS untuk membaca kondisi terbaru ekonomi Amerika Serikat. Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan lebih lanjut dan dolar kembali melemah, harga perak berpotensi melanjutkan pemulihan. Namun selama pasar masih dibayangi ketidakpastian kebijakan perdagangan, inflasi, dan geopolitik, volatilitas harga perak diperkirakan tetap tinggi.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan pula berita ekonomi dan market update terbaru lainnya melalui Newsmaker Indonesia.
