0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Harga emas kembali menguat setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, meredakan tekanan jual dari sesi sebelumnya. Meski ketidakpastian geopolitik masih tinggi, langkah ini memberi sedikit ruang bagi pasar untuk melakukan rebound setelah tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Emas sempat melonjak hingga 2,3% dan menembus level US$4.475 per ons, setelah Trump menyatakan akan menahan serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari tambahan. Namun kondisi di lapangan tetap memanas, dengan Iran dan Israel masih saling meluncurkan serangan rudal, sementara ketegangan juga meluas ke beberapa negara Teluk Persia. Di sisi lain, harga minyak turut bergerak naik mengikuti eskalasi risiko geopolitik tersebut.

Meski mengalami pemantulan, harga emas masih tercatat turun lebih dari 15% sejak konflik dimulai pada 28 Februari. Pergerakannya juga mulai dipandang tidak sepenuhnya sebagai aset safe-haven. Kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi global, yang pada akhirnya mendorong ekspektasi suku bunga tetap tinggi lebih lama atau bahkan naik, sehingga memberi tekanan tambahan pada aset tanpa imbal hasil seperti emas. Untuk informasi pasar dan profil perusahaan dapat diakses melalui PT Equityworld Futures Praxis Surabaya https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis serta update media sosial melalui https://linktr.ee/ewfprx.

Tekanan tambahan datang dari aktivitas bank sentral, termasuk laporan bahwa bank sentral Turki melakukan penjualan dan swap sekitar 60 ton emas dalam dua pekan terakhir atau setara lebih dari US$8 miliar. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa arus pembelian emas oleh bank sentral, yang selama ini menjadi penopang utama reli, berpotensi melambat jika diikuti oleh institusi lain. Pelaku pasar juga dapat mengikuti pembaruan melalui Instagram https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official serta mencoba simulasi trading di https://demo.ew-futures.com/login.

Di sisi analisis, TD Securities menilai emas kini tidak lagi sepenuhnya diperdagangkan sebagai aset lindung nilai, melainkan lebih menyerupai aset berisiko karena dampak perang terhadap ekonomi regional dan permintaan sektor resmi. Ketidakpastian ini membuat arah harga emas semakin bergantung pada sentimen jangka pendek dan perkembangan geopolitik.

Pada perdagangan terakhir di New York, emas spot naik sekitar 1% ke US$4.422,75 per ons. Perak tercatat relatif stabil di $67,91, sementara platinum dan palladium ikut menguat. Indeks dolar Bloomberg juga naik tipis 0,1% di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi. Untuk pembaruan berita dan analisis ekonomi lainnya dapat diakses melalui https://www.newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *